Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasiKeuanganSainsEdukasiManajemenReligiBerita NasionalBerita DaerahBerita BudayaHukum & KriminalBeritaKetenagakerjaanPertanianEkonomi dan BisnisEkonomi & BisnisPopuler
Beranda/Ekonomi

Proyeksi Pergerakan Rupiah di Bawah Kendali Pelaksana Tugas Gubernur Bank Indonesia

Ding Anyi ApuiDiterbitkan 28 Jul 2026 - 19.30 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Proyeksi Pergerakan Rupiah di Bawah Kendali Pelaksana Tugas Gubernur Bank Indonesia
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Mundurnya Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia membawa babak baru bagi kepemimpinan bank sentral nasional. Posisi puncak tersebut kini dipegang sementara oleh Destry Damayanti yang ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Gubernur. Transisi kepemimpinan ini langsung menjadi fokus utama para pelaku pasar keuangan, mengingat nilai tukar rupiah

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasi
sedang dihadapkan pada berbagai dinamika ekonomi. Kehadiran figur pengganti yang tepat dinilai krusial untuk menjaga stabilitas mata uang domestik di tengah sentimen yang berkembang.

Dampak dari dinamika tersebut mulai tercermin pada pergerakan pasar valuta asing. Pada awal perdagangan hari Selasa tanggal 28 Juli 2026, mata uang Garuda terpantau mengalami tekanan dan dibuka melemah pada posisi Rp18.060 per dolar Amerika Serikat. Angka tersebut menunjukkan terjadinya depresiasi sebesar 0,33 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Pelemahan ini merupakan kelanjutan dari tren negatif pada perdagangan sebelumnya, di mana rupiah ditutup turun 0,36 persen dan terparkir tepat di level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat. Pada saat yang bersamaan, indeks dolar Amerika Serikat (DXY) yang mengukur kekuatan mata uang tersebut terhadap enam mata uang utama dunia justru terpantau melemah tipis 0,05 persen ke posisi 101,483 pada pukul 09.00 WIB.

Merespons situasi pasca pengunduran diri Perry Warjiyo, kalangan analis secara umum memproyeksikan pergerakan nilai tukar rupiah akan berada pada rentang Rp17.800 hingga Rp18.100 per dolar Amerika Serikat. Secara lebih spesifik, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet, memperkirakan nilai tukar rupiah akan berfluktuasi pada kisaran yang lebih sempit, yakni antara Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar Amerika Serikat. Menurutnya, meskipun terdapat potensi tekanan terhadap rupiah dalam jangka pendek, dampak tersebut akan cenderung terbatas.

Baca Juga

Rupiah Melemah ke Posisi Rp18.060 di Tengah Transisi Kepemimpinan Bank Indonesia

Rupiah Melemah ke Posisi Rp18.060 di Tengah Transisi Kepemimpinan Bank Indonesia

Optimisme Yusuf didasari oleh keyakinan terhadap kapasitas Destry Damayanti dalam memimpin Bank Indonesia hingga gubernur definitif yang baru resmi dilantik. Ia menilai penunjukan Destry sebagai pelaksana tugas merupakan langkah yang mampu memberikan kepastian bagi pelaku pasar. Destry bukanlah sosok asing di lingkungan bank sentral. Dengan jabatannya sebagai Deputi Gubernur Senior, ia dinilai memiliki rekam jejak dan pengalaman panjang yang mumpuni dalam merumuskan kebijakan moneter, menjaga stabilitas sistem keuangan nasional, serta memahami secara mendalam berbagai dinamika yang terjadi di pasar keuangan.

Lebih lanjut, Yusuf menekankan pentingnya menjaga konsistensi arah kebijakan institusi pasca pergantian pucuk pimpinan. Ia meyakini bahwa selama koordinasi di internal bank sentral tetap terjaga dengan baik dan arah kebijakan moneter berjalan konsisten, pengunduran diri Perry Warjiyo tidak akan mengubah tingkat kepercayaan investor secara signifikan terhadap pasar keuangan Indonesia. Hal ini menjadi kunci utama agar gejolak domestik tidak memicu keraguan yang berlebihan di kalangan pelaku pasar.

Baca Juga

IHSG Melemah di Tengah Mundurnya Gubernur BI dan Tekanan Sentimen Global

IHSG Melemah di Tengah Mundurnya Gubernur BI dan Tekanan Sentimen Global

Di sisi lain, tantangan bagi nilai tukar rupiah tidak hanya datang dari proses transisi kepemimpinan domestik. Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, memberikan pandangan bahwa meskipun terdapat sentimen dari mundurnya Gubernur Bank Indonesia, pergerakan pasar saat ini justru lebih didominasi oleh faktor eksternal. Dinamika ekonomi global dinilai memiliki daya tekan yang jauh lebih kuat terhadap arah pergerakan mata uang Garuda dibandingkan isu internal bank sentral.

Lukman menjelaskan bahwa pekan ini pasar dihadapkan pada jadwal yang sangat padat terkait rilis berbagai data ekonomi penting dari Amerika Serikat, termasuk pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC). Rangkaian agenda tersebut berpotensi mendorong kembali kenaikan indeks dolar Amerika Serikat yang pada akhirnya akan menekan rupiah. Selain itu, potensi memanasnya kembali situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah juga menjadi faktor risiko tambahan yang patut diwaspadai. Mempertimbangkan berbagai sentimen eksternal tersebut, Lukman memproyeksikan nilai tukar rupiah dalam jangka pendek akan bergerak pada rentang Rp17.850 hingga Rp18.150 per dolar Amerika Serikat.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

kebijakan moneterBank Indonesiarupiahperry warjiyoDestry DamayantiKurs Dolar

Berita Terbaru Lainnya

Rupiah Melemah ke Posisi Rp18.060 di Tengah Transisi Kepemimpinan Bank IndonesiaIHSG Melemah di Tengah Mundurnya Gubernur BI dan Tekanan Sentimen GlobalKomisaris Kimia Farma Sumarjati Arjoso Tutup UsiaIHSG Dibuka Melemah ke Level 6.174 dan Rupiah Anjlok ke Rp 18.060 per Dolar ASPenyelidikan Kematian Sutrimo di Halaman Klinik Mordent Kebayoran BaruPesan Profesionalitas Militer dalam Peringatan 30 Tahun KudatuliKPK Pastikan Tidak Ada Keistimewaan bagi Febrie Adriansyah di Rutan Merah PutihIDI Usul Jam Kerja Dokter Magang Dibatasi 40 Jam per Pekan Menyusul Kasus Kematian

Paling Banyak Dibaca

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

Olahraga

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

Teknologi

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

25 Jul 2026

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

Politik

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  2. 2Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
  3. 3Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBAOlahraga 路 25 Jul 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid CloudTeknologi 路 25 Jul 2026
Keuangan
Sains
Edukasi
Manajemen
Religi
Berita Nasional
Berita Daerah
Berita Budaya
Hukum & Kriminal
Berita
Ketenagakerjaan
Pertanian
Ekonomi dan Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap