Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Teknologi

Rusia Hadirkan Volna Kupol Garant untuk Lumpuhkan Sinyal Satelit Starlink dan Halau Drone Ukraina

Uria KilaDiterbitkan 6 Agu 2026 - 18.00 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Rusia Hadirkan Volna Kupol Garant untuk Lumpuhkan Sinyal Satelit Starlink dan Halau Drone Ukraina
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Eskalasi teknologi di medan tempur kembali meningkat setelah Rusia memperkenalkan perangkat perang elektronik terbaru bernama Volna Kupol Garant. Sistem pengacau sinyal ini dirancang khusus untuk menyasar dan menginterupsi pancaran satelit Starlink milik SpaceX. Langkah penggelaran teknologi ini diambil oleh pihak Moskow guna menahan serta menghentikan gelombang serangan pesawat nirawak (drone) Ukraina

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News
yang kerap membidik berbagai sasaran di dalam wilayah Rusia.

Penggunaan jaringan internet satelit Starlink telah menjadi salah satu sarana utama komunikasi dan navigasi militer Ukraina. CEO SpaceX, Elon Musk, sebelumnya mengizinkan warga serta pasukan Ukraina untuk memanfaatkan jaringan Starlink, termasuk di kawasan Ukraina yang diduduki oleh Rusia. Perkembangan ini semakin krusial setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dilaporkan meminta Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar Starlink dapat membantu pasukan Ukraina dalam urusan penargetan serangan ke dalam wilayah Rusia, sebagaimana diberitakan oleh Fortune. Ketergantungan militer Ukraina terhadap transmisi satelit tersebut mendorong Rusia mengembangkan Volna Kupol Garant sebagai penangkal khusus.

Berbeda dari senjata destruktif konvensional, Volna Kupol Garant tidak merusak terminal darat maupun jaringan Starlink secara fisik. Sistem ini berfokus pada pengacauan pancaran sinyal satelit dengan memanfaatkan pancaran gelombang radio yang terkonsentrasi. Berbekal sinyal radio frekuensi tinggi ber-pancaran sempit dan sistem antena susunan bertahap terarah (directional phased array antenna), perangkat ini dirancang untuk mencegah satelit Starlink menerima transmisi dari para pengguna di wilayah yang sedang dilintasi oleh satelit tersebut.

Baca Juga

Rekor Fantastis Spider-Man hingga Pembatalan Proyek Blade Marvel Studios

Rekor Fantastis Spider-Man hingga Pembatalan Proyek Blade Marvel Studios

Secara teknis, Volna Kupol Garant bekerja dengan menghasilkan interferensi secara simultan di delapan pita transmisi data Starlink, yang masing-masing memiliki lebar pita sebesar 62,5 MHz. Transmisi radio yang kuat ini mampu membebani antena penerima (receiver) pada satelit Starlink dalam kurun waktu tertentu. Dampaknya, satelit yang berada di orbit rendah Bumi tersebut tidak dapat menangkap transmisi sinyal dari terminal darat yang berada tepat di bawah area cakupannya.

Arsitektur fisik Volna Kupol Garant terdiri dari enam modul yang dipasangkan pada kendaraan trailer. Setiap trailer membawa dua unit antena satelit yang dapat diarahkan secara fleksibel dan dilindungi oleh kubah pelindung tembus gelombang radio. Konfigurasi modular ini memungkinkan antena untuk tetap dioperasikan di atas trailer atau dilepas agar dapat bekerja secara terpisah di permukaan tanah. Perancang umum Center for Integrated Unmanned Solutions Rusia, Dmitry Kuzyakin, menyatakan bahwa Volna tidak menghancurkan wahana antariksa secara fisik. Namun, selama periode penerangan (illumination) berlangsung, sistem ini memblokir kemampuan satelit tertentu untuk melayani terminal darat, sekaligus memiliki kemampuan untuk mengganggu hingga melumpuhkan operasional pesawat ruang angkasa tersebut.

Baca Juga

IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.379,92 di Tengah Pelemahan Rupiah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.379,92 di Tengah Pelemahan Rupiah

Pengembangan perangkat ini berdampak langsung pada dinamika pertempuran di lapangan, terutama bagi unit-unit operasi tak berawak Ukraina. Di wilayah Ukraina Selatan, misalnya, anggota Resimen Sistem Tak Berawak ke-422 'Luftwaffe' dari Angkatan Bersenjata Ukraina terus mempersiapkan drone serang seperti jenis RAM-2X untuk melancarkan aksi pertempuran pada 2026. Efektivitas pengoperasian drone serang semacam ini sangat bergantung pada kontinuitas sinyal kendali dan komunikasi. Dengan hadirnya Volna Kupol Garant di benteng pertahanan Rusia, persaingan antara keunggulan jaringan satelit dan kemampuan perang elektronik di darat dipastikan akan semakin ketat menentukan arah konflik ke depan.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

UkrainaRusiaSpaceXStarlinkDronePerang Elektronik

Berita Terbaru Lainnya

UT Kukuhkan Enam Profesor Baru untuk Akselerasi Menuju World Class UniversityPemkot Ambon Bekali Pelaku UMKM Kesiapan Finansial Hadapi Risiko Penyakit KritisRealisasi Investasi Semester I-2026 Capai Rp1.010 Triliun, Serap 1,45 Juta Tenaga Kerja BaruPemulihan Produksi Tambang Bawah Tanah Grasberg Freeport Diproyeksikan Capai 65 Persen pada Semester II-2026Pemerintah Jamin Harga Pertalite Tidak Naik hingga Akhir 2026IHSG Dibuka Menguat 0,5 Persen, Mayoritas Saham Masih Belum BergerakRupiah Menguat ke Rp17.900 per Dolar AS di Tengah Rilis Data Pertumbuhan EkonomiIHSG Menguat ke Level 6.351 di Tengah Aksi Jual Asing, Simak Rekomendasi Saham ANTM hingga ARCI

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

Berita

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  3. 3Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026
  4. 4Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  5. 5Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026Ketenagakerjaan 路 27 Jul 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap