Pertamina Talks kembali hadir melalui Episode 2 dengan tajuk "Hobi Jaga Bumi, Eh Jadi Profesi". Acara ini menghadirkan Shana Fatina, seorang Sustainable Energy Expert sekaligus pendiri Komodo Water, sebagai narasumber utama untuk membagikan wawasan seputar peluang serta perjalanan karier di sektor keberlanjutan (sustainability).
Sektor pekerjaan ramah lingkungan atau green jobs kini semakin diminati, namun masih banyak persepsi umum yang menganggap bidang ini terbatas bagi kelompok tertentu. Melalui webinar ini, peserta diajak untuk memahami bagaimana kepedulian terhadap lingkungan dapat dikembangkan menjadi jalur profesi nyata serta bagaimana berbagai inisiatif keberlanjutan diimplementasikan dalam praktik bisnis.
Jadwal dan Panduan Akses Siaran Pertamina Talks Episode 2
Agar dapat mengikuti sesi diskusi Pertamina Talks Episode 2 secara langsung, simak rincian jadwal dan langkah-langkah akses kanal siaran berikut:
1. Memeriksa Jadwal Siaran Langsung Acara Pertamina Talks Episode 2 diselenggarakan pada hari Kamis, 27 Agustus 2026, mulai pukul 15.00 hingga 16.30 WIB.
1. Memilih Kanal Penyiaran Resmi Siaran dapat diakses secara daring tanpa pungutan biaya melalui beberapa pilihan kanal penyiaran resmi: - Laman situs detik.com - Kanal YouTube resmi detikcom - Kanal YouTube resmi Pertamina - Akun Instagram @detikfinanceofficial - Akun TikTok resmi detikcom
DSI Pantau 100 Kapal Ekspor/ Hari, Terhubung Sistem ESDM hingga Bea Cukai

1. Mengakses Siaran Tepat Waktu Pilih salah satu platform yang paling mudah diakses sebelum acara dimulai pada pukul 15.00 WIB untuk memastikan koneksi lancar dan tidak tertinggal materi paparan.
Pokok Bahasan Green Jobs dan Peluang Karier Keberlanjutan
Dalam sesi ini, Shana Fatina akan menyoroti sejumlah tantangan dan peluang dalam pengembangan karier hijau. Beberapa pokok bahasan penting yang diangkat meliputi:
1. Meluruskan Persepsi tentang Green Jobs Salah satu fokus utama adalah mengoreksi anggapan umum bahwa pekerjaan di bidang keberlanjutan hanya diperuntukkan bagi aktivis lingkungan atau lulusan dari program studi lingkungan semata. Pada kenyataannya, sektor keberlanjutan memerlukan kolaborasi dari berbagai latar belakang keilmuan dan keterampilan.
1. Menjelajah Peluang Lintas Disiplin Ilmu Shana akan memaparkan bagaimana keahlian dari berbagai bidang teknik, manajemen, dan sains dapat diterapkan untuk memecahkan persoalan lingkungan dan menggerakkan bisnis berkelanjutan.
Sah! DPR Setujui Sarjito Jadi Bos OJK Pengawas Bursa Mineral

1. Pengenalan Solusi Nyata Berkelanjutan seperti UCOllect Box Diskusi juga akan mengulas implementasi aksi lingkungan nyata, salah satunya fasilitas UCOllect Box. UCOllect Box merupakan inisiatif pengumpulan minyak jelantah (used cooking oil) yang telah disediakan di sejumlah SPBU Pertamina sebagai wujud pengelolaan limbah terintegrasi.
Rekam Jejak dan Ekosistem Bisnis Shana Fatina
Perjalanan profesional Shana Fatina menjadi salah satu contoh konkret integrasi ilmu teknik dengan kepedulian lingkungan. Kariernya berakar dari pendidikan teknik industri di Institut Teknologi Bandung (ITB) sebelum kemudian mendalami ilmu lingkungan secara lebih spesifik.
Langkah tersebut berlanjut dengan pendirian Tinamitra Mandiri. Sejak tahun 2010, Shana secara konsisten membangun ekosistem bisnis berbasis keberlanjutan yang mencakup tiga pilar utama: - Pengembangan dan penyediaan energi bersih (clean energy). - Pengelolaan limbah dan daur ulang (waste management). - Pemberdayaan komunitas lokal secara terpadu.
Selain mendirikan Komodo Water, Shana terus memperluas dampak positifnya dengan mengembangkan berbagai proyek dan inisiatif inovatif lain, di antaranya Tinagas, B3T, Sirkular.AI, serta Instellar Impact.






