PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp510 juta untuk mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Direktur Utama Sido Muncul Irwan Hidayat di Gedung House of Jamu, Jakarta, pada Senin (7/9/2026).
Bantuan tersebut dialokasikan kepada 11 entitas yang terdiri dari paroki atau keuskupan, lembaga adat, institusi pendidikan, serta organisasi medis. Penetapan para penerima manfaat merujuk pada rekomendasi Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan Agustinus Bandur dari Rumah Gendang Pa’ang Lembor yang memetakan titik-titik paling membutuhkan dukungan di lapangan.
Langkah penanganan ini dilakukan di tengah dampak gempa yang masih meluas. Hingga Senin (7/9/2026), tercatat 72.864 warga masih mengungsi akibat tempat tinggal mereka rusak berat. Bencana ini juga menelan 135 korban jiwa, dengan rincian 48 orang meninggal dunia secara langsung dan 87 orang meninggal secara tidak langsung.
Kerusakan fisik melanda berbagai infrastruktur sosial dan keagamaan. Di Kampung Pa’ang Lembor, enam rumah rusak parah dan bangunan dapur komunal yang menjadi pusat kegiatan adat roboh rata dengan tanah. Di Manggarai, fasilitas Lembaga Pelayanan Sukarela Pendidikan Anak FLORENZA mengalami keretakan bangunan, sementara bangunan Gereja Kristus Raja Pagal memerlukan perbaikan akibat guncangan gempa.
Puan Minta Dugaan Lahan Bekas Kebakaran Hutan Jadi Kebun Sawit Diselidiki

Sektor pendidikan turut terdampak signifikan. Tiga unit sekolah di bawah naungan Biara SSpS Ruteng/Yayasan Dian Yosefa—yakni TK Immaculata Ruteng, SMPK Immaculata Ruteng, dan SMAK Setia Bakti Ruteng—mengalami kerusakan berat hingga tidak dapat digunakan. Kondisi tersebut memaksa lebih dari 300 siswa menjalankan kegiatan belajar mengajar di tenda darurat.
Rincian Alokasi untuk 11 Lembaga
Dari total dana Rp510 juta, sebanyak empat lembaga menerima masing-masing Rp40 juta, yaitu Paroki Kristus Raja Pagal/JPIC OFM, Lembaga Pelayanan Sukarela Pendidikan Anak FLORENZA, Rumah Gendang Pa’ang Lembor, serta Biara SSpS Ruteng (Yayasan Dian Yosefa).
Sementara itu, tujuh institusi lainnya masing-masing menerima alokasi Rp50 juta. Penerima tersebut mencakup Posko Tanggap Darurat Bencana Gempa Flores Keuskupan Agung Ende, Paroki Uwa Palue Keuskupan Maumere, Keuskupan Labuan Bajo, Paroki Hati Maha Kudus Tuhan Yesus Pota Keuskupan Ruteng, Paroki St. Antonius Padua Ri’i Keuskupan Ruteng, Caritas Keuskupan Larantuka, dan Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia (PABOI).
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang 60 Km Timur Laut Ruteng-Manggarai NTT

Dana yang diterima PABOI mendukung operasional penanganan medis lanjutan di Pulau Flores. Pada dua pekan pertama pascabencana, organisasi tersebut telah mengerahkan 16 hingga 18 dokter spesialis ortopedi per hari dari berbagai wilayah, termasuk Surabaya, Bali, NTB, Sulawesi Selatan, dan Jakarta, untuk menangani korban di tujuh kabupaten.
Sebelum penyaluran tahap ini, Sido Muncul telah mendistribusikan bantuan senilai Rp400 juta bagi korban gempa NTT, yang disalurkan melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebesar Rp300 juta serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) sebesar Rp100 juta.






