Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasiKeuanganSainsEdukasiManajemenReligiBerita NasionalBerita DaerahBerita BudayaHukum & KriminalBeritaKetenagakerjaanPertanianEkonomi dan BisnisEkonomi & BisnisPopuler
Beranda/Ekonomi

Strategi Investasi DBS, Optimalkan Peluang Global di Tengah Siklus Belanja Modal Baru

Yolanda TobanDiterbitkan 29 Jul 2026 - 08.21 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Strategi Investasi DBS, Optimalkan Peluang Global di Tengah Siklus Belanja Modal Baru
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

JAKARTA - Chief Investment Office (CIO) DBS telah merilis laporan terbaru mengenai analisis kondisi pasar terkini serta pandangan investasi untuk kuartal III-2026. Dalam laporan tersebut, DBS menyoroti bahwa perekonomian global kini tengah memasuki siklus super belanja modal (capex) baru yang didorong oleh ekspansi ganda di sektor kecerdasan buatan dan energi. Siklus baru ini menuntut investor untuk menyesuaikan strategi guna mengoptimalkan peluang di tengah dinamika ketidakpastian global yang masih membayang.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasi

Chief Investment Officer DBS, Hou Wey Fook, menguraikan sejumlah tantangan makroekonomi yang memengaruhi lanskap investasi saat ini. Riset DBS dalam 18 bulan terakhir menunjukkan adanya kesenjangan yang kian melebar antara ekspektasi politik dan realisasi kebijakan aktual, khususnya yang berkaitan dengan isu geopolitik, disiplin fiskal, serta tingkat inflasi. Sebagai contoh, bauran kebijakan yang diterapkan Amerika Serikat saat ini justru turut memicu peningkatan risiko geopolitik global, membengkaknya anggaran pertahanan, serta melebarnya defisit struktural secara lebih luas.

Selain faktor kebijakan, ketegangan geopolitik yang terus berlanjut di Timur Tengah juga membawa konsekuensi makro yang signifikan. Konflik berkepanjangan di kawasan tersebut meningkatkan ketidakpastian pasar, terutama risiko harga energi yang berpotensi bertahan tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama. Di sisi lain, Tiongkok mulai menunjukkan tanda-tanda keluar secara bertahap dari zona deflasi. Langkah ini didukung oleh kebijakan anti-involusi serta kenaikan biaya input komoditas yang dipicu oleh krisis Iran, yang pada gilirannya turut menstabilkan tekanan harga.

Baca Juga

Mahasiswa Fasilkom UI Kembangkan Tofly, Platform Persiapan TOEFL ITP Berbasis AI

Mahasiswa Fasilkom UI Kembangkan Tofly, Platform Persiapan TOEFL ITP Berbasis AI

DBS juga mengingatkan adanya potensi tekanan inflasi jangka pendek yang bersumber dari investasi besar-besaran di sektor kecerdasan buatan. Pembangunan infrastruktur teknologi yang masif secara global memicu lonjakan permintaan terhadap berbagai perangkat penunjang, mulai dari perangkat lunak, komponen elektronik, hingga pasokan daya listrik. Menghadapi situasi ini, bank-bank sentral utama dunia鈥攖ermasuk the Fed, ECB, dan BOE鈥攖elah menggeser arah kebijakan mereka menjadi lebih ketat (hawkish) atau bersikap netral.

Untuk menavigasi dinamika pasar yang menantang ini, DBS merekomendasikan strategi investasi yang berfokus pada penyedia sarana penunjang atau tipe "pick-and-shovel". Sektor-sektor yang dinilai memiliki posisi kuat untuk menangkap peningkatan intensitas capex global ini meliputi ekosistem semikonduktor, jaringan dan perangkat keras khusus, serta penyedia layanan dan peralatan minyak. Selain itu, untuk menjaga ketahanan portofolio, instrumen seperti emas, komoditas pilihan, serta saham domestik Tiongkok dapat dimanfaatkan sebagai sarana diversifikasi karena memiliki korelasi yang cenderung rendah dengan ekuitas global.

Baca Juga

DBS Intip Peluang Investasi dari Lonjakan Belanja Modal AI dan Energi

DBS Intip Peluang Investasi dari Lonjakan Belanja Modal AI dan Energi

Sejalan dengan kapabilitas riset dan pengelolaan kekayaan yang kuat, Bank DBS Indonesia terus memperkokoh posisinya di pasar domestik. Hal ini dibuktikan dengan raihan sejumlah penghargaan bergengsi pada tahun 2026. Bank DBS Indonesia sukses menyabet penghargaan 'Indonesia's Best Private Bank 2026' dari FinanceAsia, 'Best Priority Banking Experience 2026' dari Asian Banking & Finance, serta mendapatkan apresiasi 'Best Wealth Manager Highly Commended' dari The Asset.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

ekonomi globalinvestasiKecerdasan BuatanDBSBelanja ModalPasar Global

Berita Terbaru Lainnya

Al-Hilal Siapkan Rp1,4 Triliun untuk Luis D铆az, Bayern Muenchen Menolak KerasMahasiswa Fasilkom UI Kembangkan Tofly, Platform Persiapan TOEFL ITP Berbasis AIPhiladelphia 76ers Resmi Rekrut Kentavious Caldwell-Pope dengan Kontrak Satu MusimJadwal Samsat Keliling Jadetabek 29 Juli 2026 dan Info Pajak KendaraanJadwal Perempat Final VNL 2026 Putra 29 Juli, Slovenia vs Turki dan Jepang vs CinaJadwal MLS All Stars vs Liga MX All Stars 2026 dan Alasan Absennya Lionel MessiDBS Intip Peluang Investasi dari Lonjakan Belanja Modal AI dan EnergiBursa Saham Asia-Pasifik Menguat Jelang Pengumuman Suku Bunga The Fed

Paling Banyak Dibaca

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

Olahraga

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

Teknologi

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

25 Jul 2026

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

Politik

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  2. 2Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
  3. 3Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBAOlahraga 路 25 Jul 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid CloudTeknologi 路 25 Jul 2026
Keuangan
Sains
Edukasi
Manajemen
Religi
Berita Nasional
Berita Daerah
Berita Budaya
Hukum & Kriminal
Berita
Ketenagakerjaan
Pertanian
Ekonomi dan Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap