Siloam Hospitals Kebon Jeruk telah meluncurkan teknologi bedah robotik da Vinci Xi untuk pertama kalinya di Indonesia. Kehadiran teknologi ini membawa kabar baik bagi penanganan penyakit kanker prostat di tanah air. Kini, kanker prostat dapat ditangani dengan metode operasi robotik yang canggih, sehingga pasien tidak perlu lagi menjalani prosedur bedah terbuka konvensional yang biasanya membutuhkan sayatan berukuran panjang.
Dengan menggunakan teknologi da Vinci Xi, dokter spesialis dapat melakukan tindakan prostatektomi radikal secara lebih aman melalui sayatan yang berukuran kecil. Bahkan, dalam beberapa kasus medis tertentu, prosedur pengangkatan ini dapat diselesaikan hanya dengan menggunakan satu sayatan tunggal. Sistem da Vinci Xi ini sendiri dirancang dengan komponen yang lengkap, meliputi konsol khusus untuk dokter yang mengoperasikan alat, lengan-lengan robotik yang bertugas membawa instrumen bedah, serta kamera canggih yang memberikan visualisasi area operasi secara jelas dan detail. Meskipun prosedur ini memanfaatkan teknologi robotik yang sangat modern, jalannya operasi tetap dikendalikan sepenuhnya secara penuh oleh dokter bedah yang bertugas.
Kaesang Maju di Dapil Jawa Tengah V, Puan Maharani Sebut Hak Setiap Parpol

Penerapan teknologi da Vinci Xi ini juga telah dibuktikan keberhasilannya di kancah internasional, salah satunya oleh Hospital P煤blico 脕lvaro Cunqueiro yang berlokasi di Vigo, Spanyol. Rumah sakit tersebut tercatat telah menggunakan sistem da Vinci Xi sejak tahun 2021 dan telah sukses melakukan lebih dari 400 prosedur urologi menggunakan sistem canggih tersebut. Salah satu pencapaian luar biasa mereka adalah keberhasilan mengangkat tumor prostat dari tubuh pasien melalui satu sayatan kecil saja di bagian perut. Operasi yang dilakukan di Vigo ini dilaporkan sebagai sebuah prosedur pionir dalam dunia medis. Hal ini dikarenakan seluruh instrumen robotik yang digunakan dapat dimasukkan secara bersamaan melalui satu lubang bukaan saja dengan bantuan port khusus.
Penggunaan satu sayatan kecil seperti pada kasus di Vigo tersebut memberikan dampak yang sangat positif bagi pasien. Metode ini disebut dapat mengurangi tingkat agresi pembedahan, meminimalkan rasa nyeri atau sakit pasca-operasi, serta menurunkan risiko terjadinya infeksi pada luka bedah. Di sisi lain, lembaga medis ternama Mayo Clinic juga menjelaskan bahwa prostatektomi robotik merupakan suatu pendekatan minimal invasif yang sangat membantu dokter dalam melakukan tindakan operasi dengan tingkat presisi yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan prosedur bedah terbuka biasa. Mayo Clinic juga menyatakan bahwa penggunaan pendekatan robotik ini secara umum membuat operasi menjadi lebih minimal invasif dan membantu pasien menjalani proses pemulihan secara lebih cepat.
Pemerintah Alokasikan Rp4,14 Triliun untuk Program Magang Nasional Angkatan 2

Selain itu, Mayo Clinic juga turut mengembangkan teknologi single-port yang serupa, di mana seluruh instrumen robotik dapat masuk hanya melalui satu sayatan tunggal saja. Berdasarkan pernyataan dari Mayo Clinic, penerapan teknik single-port ini memiliki potensi besar untuk mengurangi rasa sakit yang dirasakan pasien sekaligus memperpendek masa rawat inap mereka di rumah sakit. Namun, perlu dicatat bahwa tidak semua pasien yang menderita kanker prostat secara otomatis bisa menjadi kandidat untuk menjalani operasi robotik ini. Pilihan terapi ini akan sangat bergantung pada berbagai faktor, seperti kondisi perkembangan kanker itu sendiri, apakah sel kanker masih terbatas di area prostat, kondisi kesehatan pasien secara umum, serta pertimbangan medis yang matang dari dokter yang menangani.






