Penyelidikan kepolisian mengenai penemuan ratusan senjata di sebuah yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, kini membuka tabir konflik internal kepengurusan. Penemuan ini memicu silang pendapat yang tajam antara pihak pengelola sekolah saat ini dengan kubu mantan kepala yayasan terkait legalitas dan tujuan penyimpanan senjata-senjata tersebut di lingkungan pendidikan.
Kasus ini bermula dari langkah kepolisian yang mengungkap adanya penyimpanan 995 pucuk senjata airsoft gun di salah satu ruangan yayasan sekolah swasta tersebut. Ratusan senjata tersebut ditemukan di dalam ruangan yang sebelumnya ditempati oleh mantan kepala yayasan sekolah yang berinisial IWD. Berdasarkan rincian dari kepolisian, senjata yang disita terdiri dari 4 pucuk senapan angin, 215 pucuk pistol angin, serta 776 pucuk revolver angin, yang seluruhnya memiliki kaliber 4,5 mm.








