Pusat seni pertunjukan kenamaan di Washington, John F. Kennedy Center for the Performing Arts, tengah berada di ambang krisis finansial hebat yang mengancam kelangsungan operasionalnya dalam hitungan hari. Di tengah ancaman kebangkrutan tersebut, pimpinan lembaga kini berupaya menambahkan nama Presiden Donald Trump pada fasilitas gedung seni bergengsi itu.
Dewan wali amanat Kennedy Center dijadwalkan menggelar pemungutan suara pada Selasa untuk menentukan keputusan penutupan gedung utama. Langkah darurat ini dipertimbangkan menyusul tekanan krisis keuangan yang parah sekaligus kebutuhan mendesak untuk perbaikan keselamatan gedung.
Berdasarkan dokumen internal setebal 57 halaman yang dihimpun The Washington Post, para pejabat memperingatkan bahwa lembaga tersebut kemungkinan besar tidak mampu membayar gaji karyawan atau memenuhi kewajiban kontrak pemeliharaan rutin dalam beberapa pekan ke depan. Sebagai bagian dari agenda yang diajukan, para wali amanat diminta memilih salah satu dari 10 opsi teks untuk dipasang di bagian luar bangunan, tepat di bawah nama Donald Trump, sebagai bentuk pengakuan atas perannya dalam renovasi gedung.
Kemenhut Terjunkan Tim Ahli Dalami Kebakaran Bromo

Lembaga seni yang semula didirikan untuk menghormati mendiang Presiden John F. Kennedy ini mengalami dinamika kepemimpinan baru sejak Trump menunjuk dirinya sendiri sebagai ketua tak lama setelah memulai masa jabatan keduanya. Sebelumnya pada Desember lalu, dewan pengurus yang ditunjuk sempat menyetujui perubahan nama resmi lembaga menjadi Trump-Kennedy Center. Namun, langkah tersebut kandas setelah diblokir oleh putusan pengadilan.
Pengambilalihan pucuk pimpinan oleh Trump turut memicu gelombang boikot dari kalangan seniman. Sejumlah pementasan dan konser dibatalkan, yang berujung pada anjloknya penjualan tiket ke level terendah sejak era pandemi Covid-19. Kennedy Center diproyeksikan hanya membukukan pendapatan sekitar US$124 juta dari target anggaran sebesar US$220 juta, meninggalkan defisit operasional sekitar US$23 juta pada tahun fiskal lalu meski langkah efisiensi telah diterapkan.
PSIM Yogyakarta Kalah dari Persebaya, Jean-Paul van Gastel Soroti Kartu Merah Adrian Purzycki

Tekanan terhadap lembaga seni ini kian memburuk menyusul kerusakan fisik bangunan akibat terjangan badai hebat awal bulan ini. Kerusakan tersebut meliputi runtuhnya plester langit-langit berukuran sekitar 1,2 x 1,5 meter di area Grand Foyer yang terlepas dan jatuh dari ketinggian 18 meter.
Menanggapi situasi kritis tersebut, pihak pengelola Kennedy Center mengarahkan konfirmasi ke pernyataan resmi juru bicara Roma Daravi. Pernyataan tersebut menekankan bahwa kerusakan dan krisis struktural yang terjadi saat ini merupakan dampak dari pengabaian selama berdekade-dekade serta penundaan pemeliharaan yang dilakukan oleh kepemimpinan-kepemimpinan sebelumnya.






