Bagaimana kondisi terkini kebakaran hutan di kawasan Gunung Bromo dan apa yang menyebabkan upaya pemadaman di lapangan begitu sulit dilakukan? Pertanyaan ini menjadi perhatian publik seiring meluasnya dampak kebakaran di salah satu destinasi wisata alam dan kawasan konservasi utama di Jawa Timur tersebut. Hingga Kamis (6/8) pagi, total area lahan yang hangus terbakar dilaporkan telah mencapai sekitar 60 hektare. Angka akumulasi luas lahan yang terdampak ini diperoleh berdasarkan data perhitungan sementara oleh tim petugas gabungan hingga Rabu (5/8) sore.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, menjelaskan bahwa luasan area yang terbakar tersebut tersebar di dua wilayah administratif, yaitu Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Malang. Di wilayah Kabupaten Probolinggo, api membakar sekitar 10 hektare lahan yang terletak di kawasan Watu Gede, Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura. Sementara itu, dampak kebakaran yang lebih luas terjadi di Kabupaten Malang, di mana api menghanguskan 50 hektare kawasan Jantur di dalam area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Titik api pertama kali terdeteksi melahap area konservasi tersebut pada Senin (3/8) petang. Hingga saat ini, untungnya tidak ada laporan mengenai adanya korban jiwa dalam insiden kebakaran ini.








