Sedikitnya 70 korban gempa bumi dilaporkan menjalani penanganan medis di Rumah Sakit Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Penanganan pasien luka berat dan tindakan bedah tersebut dibantu langsung oleh Tim Relawan Kesehatan Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh yang diterjunkan ke lokasi terdampak bencana.
Tingginya angka cedera patah tulang menjadi persoalan medis utama di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur akibat warga tertimpa reruntuhan bangunan. Ketua Tim Relawan Kesehatan USK untuk penanganan bencana NTT, Teuku Maulana, menyebutkan bahwa angka korban yang membutuhkan tindakan operatif diperkirakan bertambah karena pendataan menyeluruh masih berlangsung.
Salah satu tantangan di lapangan adalah masih adanya korban di wilayah desa terpencil yang belum terjangkau fasilitas kesehatan. Sebagian warga disinyalir memilih berobat ke dukun patah tulang setempat alih-alih mendatangi rumah sakit untuk memperoleh tindakan ortopedi standar.
Pemadaman Kebakaran dan Evakuasi di Apartemen Pavilion Selesai Usai 6,5 Jam

Dalam misi kemanusiaan ini, tim USK mengerahkan tujuh personel utama yang diperkuat dokter spesialis bedah tulang (ortopedi), dokter bedah umum, serta didukung oleh Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) USK. Di antara personel yang bertugas di lokasi adalah Teuku Maulana dan T. Nanta Aulia dari Fakultas Kedokteran USK, serta Marlina dari Fakultas Keperawatan USK.
Di RSUD Ruteng, tim bedah melakukan tindakan operatif terhadap sejumlah pasien dengan luka kompleks, termasuk Fransiskus A. Duhur (13) yang menderita patah tulang paha kiri tertutup dan patah paha kanan terbuka akibat tertimpa puing.
Jateng Catat 615 Kebakaran hingga Agustus 2026, Kapasitas Relawan Diperkuat

Selain operasi dan tindakan medis spesialis, tim relawan juga bergerak menyisir tenda pengungsian warga di kawasan Waso, Kecamatan Lambaleda Utara, Kabupaten Manggarai Timur. Pelayanan kesehatan lapangan ini disertai distribusi bantuan logistik, meliputi makanan siap saji produksi USK, bahan pangan tambahan, serta kebutuhan pokok untuk bayi.






