Ratusan siswa di MTsN 2 Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), terpaksa menjalani proses belajar mengajar di dalam tenda darurat setelah fasilitas kelas mereka mengalami kerusakan akibat gempa Flores. Di tengah keterbatasan ruang belajar tersebut, Menteri Agama Nasaruddin Umar turun langsung meninjau kondisi para siswa dan tenaga pendidik pada Kamis (3/9).
Kunjungan kerja ini dilakukan menyusul rusaknya sejumlah ruang kelas di madrasah tersebut hingga belum aman digunakan untuk kegiatan pembelajaran reguler. Berdasarkan pendataan sementara yang dihimpun Kantor Wilayah Kementerian Agama NTT, bencana gempa bumi di wilayah Flores telah berdampak pada sedikitnya 72 madrasah.
Api Kebakaran Sampah Pisangan Tangsel Masih Berkobar, Asap Mengepul

Menanggapi situasi darurat tersebut, Kementerian Agama telah menyalurkan 1.000 paket perlengkapan sekolah (school kit) serta mendirikan 16 ruang belajar sementara agar aktivitas pendidikan tidak terhenti total. Pada tahap awal penanganan pascabencana, alokasi bantuan diprioritaskan bagi 15 madrasah yang mengalami tingkat kerusakan paling parah.
Untuk percepatan pemulihan infrastruktur, Kementerian Agama berkoordinasi secara intensif dengan Dinas Pekerjaan Umum setempat guna merehabilitasi gedung sekolah dan fasilitas keagamaan yang terdampak. Langkah percepatan perbaikan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo agar seluruh instansi bergerak memulihkan fasilitas publik yang rusak akibat bencana.
Menteri PANRB, Keberhasilan Pemimpin Diukur dari Dampak Nyata, Bukan Sekadar Laporan dan Rapat

Selain memantau kesiapan sarana darurat, Nasaruddin Umar turut mengapresiasi kinerja tim Kanwil Kemenag NTT atas kecepatan penyajian data di lapangan, serta memuji keteguhan semangat para guru dan siswa yang tetap menjalankan proses belajar meski dalam situasi pascagempa yang penuh keterbatasan.






