Menteri Agama Nasaruddin Umar menyalurkan bantuan tanggap darurat senilai Rp 3 miliar untuk masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyerahan bantuan ini dipusatkan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, pada Kamis (3/9).
Bantuan tersebut dialokasikan sebagai ikhtiar pemerintah guna menopang kebutuhan warga selama masa tanggap darurat, sekaligus mempercepat rehabilitasi fasilitas pendidikan dan tempat ibadah yang mengalami kerusakan.
Kementerian Agama terus berkoordinasi dengan jajaran pemerintah daerah untuk memetakan kebutuhan mendesak di lapangan. Dari koordinasi tersebut, penyaluran logistik telah menyasar kebutuhan dasar warga, mulai dari logistik pangan hingga tenda penampungan darurat.
Tak Cuma Megathrust, Pakar Ingatkan Petaka Gempa Intra-Slab Ancam Jawa

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT, Fransiskus Kariyanto, menjelaskan bahwa langkah tanggap darurat dan pendataan tingkat kerusakan telah berjalan sejak awal bencana. Distribusi bantuan tersebar ke sejumlah titik wilayah terdampak gempa di daratan Flores, meliputi Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, hingga Manggarai Barat.
Selain paket bantuan tanggap darurat, Kementerian Agama menyerahkan santunan duka cita kepada keluarga siswa madrasah yang meninggal dunia akibat bencana ini. Pelayanan pendidikan dan keagamaan dipastikan tetap beroperasi di tengah situasi darurat.
Kepergok Hendak Curi Tabung Gas, Maling di Bogor Ditangkap Warga

Sebelumnya, Kementerian Agama juga telah memasok 16 unit tenda belajar darurat serta membagikan 1.000 paket perlengkapan sekolah (school kit) guna memastikan kegiatan belajar mengajar bagi para siswa terdampak gempa tetap terlaksana.






