PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk menggelar pelatihan meracik jamu bagi para pelaku usaha angkringan di Ballroom Borobudur 2, Novotel Hotel Solo, pada Kamis, 3 September 2026. Pelatihan ini diadakan untuk mendukung Gerakan 1.000 Angkringan Sido Muncul sekaligus memperluas literasi serta popularitas konsumsi jamu tradisional di tengah masyarakat.
Sebanyak 100 pelaku usaha angkringan dari Kota Surakarta dan wilayah sekitarnya menghadiri agenda tersebut. Para peserta menerima pembekalan teknis mengenai pengenalan bahan baku dan manfaat jamu, metode meracik dan menyajikan produk Sido Muncul, standar kebersihan dan sanitasi tempat usaha, hingga strategi pemanfaatan media sosial untuk pemasaran.
Direktur Sido Muncul Maria Reviani Hidayat menyatakan bahwa Gerakan 1.000 Angkringan Sido Muncul merupakan bagian dari rangkaian agenda perusahaan menjelang peringatan usia ke-75 pada November 2026 mendatang. Program di Solo ini melanjutkan inisiatif serupa yang telah berlangsung di Yogyakarta pada 2025 dengan 100 peserta awal, yang kini telah berkembang hingga merangkul 200 angkringan.
Abraham Samad, Indonesia Butuh Grand Design Pemberantasan Korupsi

Kreasi Menu dan Pembekalan Barista
Dalam sesi praktik, Barista Jamu Profesional yang tersertifikasi BNSP, Adi Febri Yanto, membagikan serangkaian formula minuman herbal modern. Resep racikan yang diperkenalkan kepada peserta meliputi Jamu Komplit, Kuku Bima Jahe, Teh Susu Jahe, Es Tealang, Slim Shady, dan Senja Linu.
Para peserta turut mempraktikkan kombinasi racikan minuman secara langsung. Salah seorang pelaku usaha angkringan, Deddy Cahyo Handoko, menguji coba racikan yang memadukan KukuBima TL dan Alang Sari Plus dengan tambahan biji selasih serta madu. Sementara itu, Hariani Yuliana, pemilik usaha angkringan di kawasan Gandean, Jebres, mempraktikkan pencampuran produk Kunyit Asam Sido Muncul dengan Alang Sari.
Cerita Warga Melihat Detik-detik Erupsi Anak Krakatau di Tengah Laut

Langkah pemberdayaan usaha mikro melalui media angkringan ini juga disambut positif oleh sektor pelayanan kesehatan tradisional. Saryanto dari Unit Pelayanan Fungsional Pelayanan Kesehatan Tradisional (UPF Yankestrad) RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta menyampaikan dukungannya terhadap integrasi penyajian jamu di ruang-ruang usaha rakyat.
Setelah pelaksanaan di Yogyakarta dan Surakarta, Sido Muncul menjadwalkan ekspansi Gerakan 1.000 Angkringan ke beberapa kota lain di Pulau Jawa, termasuk Semarang, Surabaya, dan Jakarta.






