Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa suara dentuman yang terdengar di kawasan Bandung dan sekitarnya tidak berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan. Jarak geografis yang terlalu jauh serta faktor dinamika arah angin menjadi pertimbangan utama mengapa suara letusan gunung api tersebut tidak memungkinkan menjangkau wilayah Bandung.
Kepala Stasiun Geofisika Bandung, Suaidi Ahadi, menjelaskan bahwa laporan suara dentuman hanya diterima dari warga di sekitar Bandung. Sementara itu, wilayah seperti Jakarta dan Bogor yang lokasinya lebih dekat ke Gunung Anak Krakatau sama sekali tidak mencatat laporan serupa.
Faktor Jarak dan Arah Angin
Secara geografis, suara aktivitas erupsi Anak Krakatau memang terkonfirmasi terdengar di lokasi yang berada dekat dengan perairan Selat Sunda, salah satunya kawasan Pantai Carita. Namun, jangkauan suara tersebut dinilai tidak dapat merambat hingga ke cekungan Bandung.
Tak Cuma Megathrust, Pakar Ingatkan Petaka Gempa Intra-Slab Ancam Jawa

Selain persoalan jarak, kondisi meteorologi setempat tidak mendukung perambatan gelombang suara erupsi ke arah timur. Berdasarkan analisis BMKG, pola tiupan angin saat ini berhembus dari arah tenggara menuju barat. Arah pergerakan massa udara ini membuat gelombang suara vulkanik dari barat mustahil terbawa ke Bandung secara fisika.
Dugaan Fenomena Skyquake dan Pelepasan Gas
Untuk sementara waktu, BMKG menduga suara misterius yang terdengar di langit Bandung tersebut merupakan bagian dari fenomena skyquake, meskipun faktor pemicu pastinya belum dapat dipastikan secara definitif.
Kepergok Hendak Curi Tabung Gas, Maling di Bogor Ditangkap Warga

Salah satu kemungkinan yang sedang diteliti berkaitan dengan kondisi geologis lokal, yakni potensi pelepasan gas metana yang terperangkap di dalam endapan Danau Purba Bandung. Jejak formasi endapan danau purba tersebut tercatat berada di sejumlah titik kawasan Bandung raya, termasuk Ranca Upas dan Gedebage.
Fenomena dentuman di tengah langit cerah yang belum teridentifikasi sumber pastinya bukan pertama kali terjadi di Jawa Barat. Peristiwa serupa sebelumnya pernah dilaporkan warga di wilayah Bogor pada 2020 dan tidak terbukti bersumber dari aktivitas vulkanik.






