Raja Malaysia, Yang Dipertuan Agong Sultan Ibrahim, secara resmi menyetujui penetapan status darurat bencana asap untuk seluruh daerah Serian, Sarawak, Malaysia, pada Sabtu (5/9). Penetapan langkah darurat ini diambil menyusul lonjakan pencemaran udara yang telah melampaui ambang batas aman serta mengancam keselamatan populasi lokal di wilayah tersebut.
Kantor Perdana Menteri dalam pernyataan resminya di Kuala Lumpur menyampaikan bahwa keputusan ini ditetapkan setelah mempertimbangkan pandangan dari Perdana Menteri, jajaran pemimpin Sarawak, serta lembaga-lembaga teknis terkait mengenai penurunan tingkat kualitas udara di daerah Serian.
Peristiwa Kebakaran Maut Tewaskan Puluhan Orang Ternyata Dipicu Benda Kecil

Pemberlakuan status darurat bencana ini memberikan dasar hukum bagi pemerintah federal dan pemerintah daerah untuk bergerak lebih leluasa, khususnya dalam mengalokasikan serta memobilisasi berbagai sumber daya penanganan krisis secara optimal.
Kebakaran Gudang Penyimpanan Tembakau Pabrik Rokok di Sidoarjo, Api Padam Usai 11 Jam

Sebagai bagian dari rangkaian penanggulangan dampak pencemaran udara, otoritas Malaysia juga telah memulai operasi penyemaian awan selama tiga hari di kawasan Sarawak. Operasi modifikasi cuaca ini dilaksanakan dengan target utama memulihkan debit air di bendungan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) sekaligus meredam dampak kabut asap lintas batas di kawasan terdampak.






