Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena dan Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengecam keras aksi penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Insiden kekerasan bersenjata tersebut menyasar para pegawai negeri, termasuk korban yang berasal dari Provinsi NTT.
Peristiwa penembakan oleh KKB tersebut menimpa tiga pegawai di lingkungan Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. Dua di antara tiga korban penembakan itu merupakan warga yang berasal dari NTT, yakni Alfonsius Albinus Mehan (35) asal Kabupaten Sikka dan Wili Mbuik (24) asal Kabupaten Rote Ndao. Dari identitas para korban, Alfonsius Albinus Mehan diketahui berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengabdi di Pemerintah Kabupaten Jayawijaya.
Bareskrim Tangkap Erick Soedjasa, Tersangka Kasus Penggelapan Rp 37,4 Miliar

Atas nama Pemerintah Provinsi NTT, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas gugurnya dua anak muda asal NTT saat menjalankan misi kemanusiaan di tanah Papua. Melki mengutuk keras tindakan brutal tersebut dan mendesak aparat keamanan untuk segera menangkap para pelaku penembakan. Selain penindakan hukum terhadap pelaku, Melki meminta aparat mencari solusi dan langkah pencegahan nyata agar peristiwa serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
Kecaman tegas juga disuarakan oleh Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago. Atas nama Pemerintah Kabupaten Sikka, Juventus menyampaikan duka cita mendalam sekaligus menuntut tanggung jawab negara dalam mengusut tuntas kasus penembakan yang menewaskan warganya tersebut.
Update Hari Keempat Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Juventus secara khusus mendesak pemerintah pusat dan pemerintah daerah setempat untuk memberikan perlindungan serta pengamanan ekstra bagi warga diaspora Sikka yang membaktikan diri di wilayah Papua. Langkah tersebut dinilai sangat penting demi memastikan keselamatan warga yang bertugas. Ia juga menegaskan bahwa negara tidak boleh takut dalam menghadapi kelompok separatis atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) demi menjamin keamanan seluruh warganya.






