Ratusan santri dan santriwati di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Kabupaten Sidoarjo, mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa tersebut berdampak langsung pada sedikitnya 566 santri yang memerlukan penanganan medis akibat hidangan yang disajikan.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) langsung mengambil langkah tegas merespons insiden tersebut. Pemprov bersama Satgas MBG Jawa Timur tengah menyiapkan sanksi berat bagi pihak penyedia makanan yang dinilai lalai dalam prosedur penyajian.
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jawa Timur Adhy Karyono menyampaikan bahwa keracunan ini diduga kuat dipicu oleh ketidaktelitian pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah saat mengolah dan menghidangkan makanan bagi para santri.
Kebakaran TPA Putri Cempo Solo Api Mengamuk di Blok D, Water Cannon Dikerahkan

"Walaupun SLHS sudah, pengawasan sudah dilakukan, tapi ternyata di luar kemampuan kami juga mereka melakukan sesuatu yang berakibat fatal," ujar Adhy di Gedung DPRD Jatim, Rabu (2/9/2026).
Penyelidikan Faktor Penyebab dan Koordinasi dengan BGN
Menindaklanjuti kasus tersebut, Satgas MBG Jatim telah menggelar rapat konsolidasi bersama Wakil Gubernur guna menentukan langkah mitigasi dan evaluasi menyeluruh. Tim Satgas saat ini tengah mendalami faktor teknis yang memicu kontaminasi atau kerusakan pada makanan yang dibagikan.
Laporan resmi juga telah dilayangkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) di tingkat pusat untuk merumuskan sanksi definitif terhadap unit SPPG yang bertanggung jawab. Fokus utama penyelidikan adalah memastikan mata rantai pengolahan makanan mana yang mengalami kelalaian standar kebersihan dan keamanan pangan.
Pemerintah Target Setop Total Impor Garam di 2029

Pengetatan Pengawasan Dapur Pengolahan MBG
Kasus di Sidoarjo menjadi perhatian serius bagi jalannya program MBG di wilayah Jawa Timur. Adhy menegaskan bahwa Satgas MBG Jatim akan meningkatkan intensitas inspeksi dan pemantauan langsung ke dapur-dapur penyedia makanan, khususnya titik-titik yang memiliki catatan insiden.
Evaluasi tata kelola operasional dapur MBG bakal diperketat guna mencegah terulangnya kejadian serupa di institusi pendidikan maupun pondok pesantren lainnya.






