Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menjalin kemitraan dengan penyedia infrastruktur brokerage dan kliring global, AlpacaDB, Inc., untuk membuka akses pasar saham lintas batas (cross-border). Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Selasa (1/9).
Kolaborasi tersebut memanfaatkan infrastruktur berbasis Application Programming Interface (API) dari Alpaca. Integrasi teknologi ini disiapkan agar platform investasi dan pialang lokal dapat memfasilitasi transaksi saham internasional, Exchange-Traded Fund (ETF), hingga saham fraksional (fractional shares) secara resmi bagi investor Indonesia. Selain mempermudah pemodal domestik berinvestasi ke luar negeri, jaringan Alpaca di lebih dari 50 negara juga diproyeksikan membuka akses bagi investor global untuk masuk ke pasar modal Indonesia.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan kemitraan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat konektivitas bursa dalam negeri dengan pasar keuangan internasional. Inisiatif tersebut diarahkan untuk memperluas jangkauan bisnis para perantara perdagangan efek di tanah air.
OJK Tunggu Arahan Presiden Prabowo untuk Rilis Daftar Komoditas Bursa Mineral

"Kita ingin membuka peluang bagi anggota bursa untuk mengakses pasar global," ujar Jeffrey di sela acara penandatanganan.
Menanggapi kemitraan tersebut, CEO Alpaca Yoshi Yokokawa memandang pasar modal Indonesia memiliki potensi besar yang didukung kerangka regulasi spesifik bagi perlindungan pemodal. Alpaca memposisikan diri sebagai penyedia fondasi teknologi guna memangkas hambatan teknis bagi pelaku industri lokal.
"Kami hadir untuk menyediakan infrastruktur teknologi yang menghubungkan pasar modal dunia dengan Indonesia, sehingga pelaku industri lokal dapat memperluas layanannya secara efisien," kata Yoshi.
Mentan Tinjau Seed Center BRMP Padi Subang yang Produksi 250 Ton Benih

Peresmian kerja sama ini turut dihadiri perwakilan dari Asosiasi FinTech Indonesia (AFTECH). Sekretaris Jenderal AFTECH Firlie Ganinduto menilai langkah BEI dan Alpaca mencerminkan respons positif bursa terhadap laju transformasi digital. Firlie menambahkan, terhubungnya ekosistem lokal dengan penyedia kliring berskala global dapat mendorong pendewasaan industri fintech. Namun, ia mengingatkan pentingnya peningkatan edukasi dan perlindungan konsumen menyusul makin beragamnya instrumen investasi yang dapat diakses publik.
Layanan investasi lintas batas ini belum langsung beroperasi secara komersial. Sebelum produk resmi diluncurkan kepada masyarakat, BEI dan Alpaca dijadwalkan merampungkan tahapan pengkajian teknis, penyelarasan regulasi, serta sinkronisasi infrastruktur pasar modal.






