Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat penyaluran bantuan logistik dan penanganan medis darurat di Nusa Tenggara Timur (NTT) menyusul rentetan gempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut. Sejak 15 Agustus hingga Selasa (25/8), tercatat sebanyak 7.259 gempa terjadi dengan 143 getaran susulan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Episentrum gempa tercatat berada di sebelah utara Nagekeo. Guncangan tersebut berdampak ke tujuh kabupaten, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Ende, dan Sikka. Wilayah Manggarai dan Manggarai Timur menjadi dua area yang mengalami kerusakan paling parah, diikuti oleh Nagekeo pada tingkat dampak ketiga. Sementara itu, Kabupaten Flores Timur tidak terdampak gempa bumi, melainkan tengah menghadapi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
Prabowo Kunjungi Tenda Pengungsi Korban Gempa di Nagekeo

Berdasarkan data BNPB, bencana ini mengakibatkan 105 korban meninggal dunia, 1.678 orang luka-luka, dan 179.037 warga terpaksa mengungsi. Dari total korban jiwa, 48 orang meninggal akibat dampak langsung gempa, sedangkan 57 korban lainnya tercatat dari hasil operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) serta penanganan di fasilitas kesehatan. Kerusakan infrastruktur mencakup 81.436 unit rumah serta 1.951 fasilitas umum, dengan Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) dilaporkan sebagai penyakit terbanyak yang diderita para pengungsi.
Untuk menyuplai kebutuhan warga di pengungsian, pemerintah mengerahkan 50 truk dari Labuan Bajo, 40 truk dari Maumere, serta 200 sepeda motor guna menjangkau lokasi terpencil. Dari total 2.032 ton bantuan logistik yang masuk melalui Bandara Halim Perdanakusuma, sebanyak 1.539 ton telah didistribusikan ke lokasi bencana, didukung oleh 34 penerbangan TNI Angkatan Udara (445 ton) dan 61 penerbangan komersial (915 ton).
Momen Hangat Prabowo Bercanda dengan Anak-Anak di Pengungsian Gempa NTT

Pelayanan medis terus diperkuat melalui pengoperasian dua kapal rumah sakit, dua rumah sakit lapangan, serta 122 tenda di depan puskesmas. Di sektor infrastruktur dasar, jaringan listrik dilaporkan telah pulih 100 persen dan telekomunikasi relatif pulih sepenuhnya. Sejumlah pihak turut menyalurkan dukungan, termasuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berupa santunan senilai Rp305 juta serta 2,1 ton rendang dari Pemerintah Provinsi Sumatra Barat. Di tengah masa penanganan pascabencana, aktivitas kepariwisataan di Labuan Bajo dipastikan tetap berjalan.






