Pemerintah Kota Depok menerapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa pada 7 hingga 8 September 2026 guna merespons dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Fenomena hujan abu yang meluas hingga ke wilayah Depok ini memicu kepanikan warga untuk segera melindungi diri, sehingga permintaan masker medis melonjak tajam dan menyebabkan ketersediaan stok di berbagai gerai penjualan menipis hingga ludes.
Berdasarkan pantauan Liputan6.com pada Senin (7/9/2026), ketiadaan stok masker terjadi merata di berbagai lini distribusi retail. Dari empat titik penjualan yang ditelusuri—mencakup satu apotek, dua warung kelontong, dan satu toko grosir—tiga di antaranya sudah tidak lagi memiliki persediaan masker. Satu-satunya toko yang masih memiliki barang hanyalah sebuah warung dengan sisa persediaan enam buah masker.
Bandara Soetta Masih Tutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, Bus Gratis Jadi Pilihan

Lonjakan pembeli mulai terasa sangat tinggi sejak Minggu (6/9/2026). Di salah satu apotek, pasokan masker yang pada kondisi normal diproyeksikan mencukupi kebutuhan konsumen selama satu pekan penuh justru habis terjual hanya dalam rentang waktu satu hari. Pihak apotek mencatat volume transaksi penjualan masker melonjak lebih dari 50 persen dibanding hari-hari biasa.
Kondisi serupa dialami oleh gerai grosir yang biasanya menyuplai masker dalam jumlah besar. Toko grosir tersebut melaporkan kehabisan stok total untuk kategori masker dewasa maupun masker anak-anak. Minat beli yang tinggi terlihat dari kedatangan lebih dari 20 orang per hari yang mencari masker ke toko tersebut. Puncaknya, pada Minggu malam, seorang pembeli bahkan memborong 20 kotak masker sekaligus—terdiri dari 15 kotak masker dewasa dan 5 kotak masker anak—untuk keperluan dijual kembali.
Kejagung Ambil Alih Kasus Pemanfaatan Hutan di Lampung, 47 Saksi Diperiksa

Upaya pengelola toko grosir untuk menambah stok pun terhambat karena persediaan di tingkat gudang distributor dilaporkan telah kosong. Ketiadaan stok di pasaran ini berdampak langsung pada konsumen rumah tangga, terutama para orang tua. Sulitnya memperoleh masker ukuran anak membuat sebagian warga terpaksa memakaikan masker dewasa yang berukuran longgar kepada anak-anak mereka agar tetap terlindung dari paparan partikel abu vulkanik.






