Kebakaran melanda kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo di Mojosongo, Jebres, Solo, Jawa Tengah, pada Rabu (2/9) sekitar pukul 18.00 WIB. Kobaran api melahap tumpukan sampah di Blok B dan Blok D dengan luasan mencapai lebih dari 7 hektare.
Di area Blok B, salah satu titik api terpantau berada sangat dekat dengan menara Saluran Udara Ekstra Tinggi (SUTET) serta sebuah gardu listrik. Untuk mencegah api menjalar ke infrastruktur kelistrikan tersebut, petugas mengerahkan satu armada pemadam kebakaran khusus guna membasahi dan mengamankan kawasan di sekitar gardu dan menara SUTET.
Secara keseluruhan, puluhan unit pemadam kebakaran dari wilayah Solo, Karanganyar, dan Klaten diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan api yang membakar tumpukan sampah tersebut.
Kebakaran Hutan Picu 50.891 Kasus ISPA dalam Dua Bulan

Meski kobaran api cukup besar, lokasi kebakaran di Blok B dan D berjarak cukup jauh dari permukiman warga terdekat di RW 30 dan RW 39, sehingga keselamatan warga sekitar tidak langsung terancam.
Lurah Mojosongo, Katarina Kartika, memastikan kondisi permukiman warga setempat masih terkendali.
Kebakaran TPA Putri Cempo Solo Api Membesar, Warga Mojosongo Panik

"Masih aman. Untuk sementara masih aman," tutur Katarina.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran di TPA Putri Cempo tersebut belum diketahui. Katarina menjelaskan bahwa kemunculan api di TPA Putri Cempo memang kerap terjadi setiap tahun saat musim kemarau akibat cuaca ekstrem. Namun, peristiwa pada tahun-tahun sebelumnya biasanya hanya memicu kepulan asap dan lekas dipadamkan sebelum membesar seperti insiden kali ini.






