Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merilis data pemantauan kesehatan masyarakat yang mencatat sebanyak 50.891 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama periode Juli hingga Agustus 2026 akibat dampak kebakaran hutan dan lahan.
Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) Kemenkes, Andi Saguni, menjelaskan bahwa dari puluhan ribu penderita tersebut, kelompok anak usia di bawah lima tahun menyumbang 12.600 kasus. Sedangkan kelompok usia di atas lima tahun mencakup 38.291 kasus. Selain data dua bulan tersebut, Kemenkes mendata 451 kasus ISPA baru yang masuk pada 1 September 2026.
BNPB Prioritaskan Kebakaran Hutan di OKI, 21 Titik Api Masih Terdeteksi

Berdasarkan data surveilans Kemenkes, lonjakan gangguan pernapasan ini melanda seluruh provinsi di Pulau Kalimantan. Dampak kabut asap juga dirasakan wilayah yang relatif bersih dari kebakaran. Kalimantan Utara, misalnya, mencatat peningkatan penderita ISPA meski daerah tersebut minim titik api, lantaran terpapar asap kiriman yang terbawa angin dari provinsi tetangga.
Kebakaran TPA Putri Cempo Solo, Api Berkobar Hebat

Tren penularan dan paparan ISPA pada 2026 tercatat mengalami kenaikan di hampir seluruh provinsi jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025. Andi memaparkan, secara keseluruhan terdapat 63 kabupaten dan kota di Indonesia yang mengalami peningkatan kasus ISPA sepanjang tahun 2026.






