Masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), menerima bantuan kemanusiaan senilai Rp1,4 miliar. Bantuan ini disalurkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) hasil kolaborasi antara badan filantropi Binance Charity dan Tokocrypto guna merespons dampak gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan tersebut pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Alokasi donasi kemanusiaan tersebut difokuskan untuk memenuhi berbagai kebutuhan penting warga di lokasi bencana. Fasilitas bantuan mencakup pasokan kebutuhan pokok harian, penyediaan akses air bersih, hingga program dukungan psikososial yang ditujukan khusus bagi anak-anak korban gempa.
Ada Sutet di Lokasi TPA Putri Cempo Solo yang Kebakaran

Penyaluran dana dijalankan melalui dua skema terpadu. Skema pertama berupa dukungan langsung bagi operasional kemanusiaan PMI di lapangan. Skema kedua memanfaatkan integrasi teknologi blockchain guna mendistribusikan bantuan keuangan darurat secara langsung kepada penerima manfaat yang telah memenuhi kriteria.
Co-CEO Binance Richard Teng menjelaskan bahwa integrasi blockchain ditujukan untuk memastikan alur pemberian bantuan darurat berjalan lebih cepat, efisien, dan transparan. Dalam implementasinya, Tokocrypto bertugas membantu koordinasi lapangan memanfaatkan pemahaman situasi domestik agar distribusi tepat sasaran sesuai prioritas warga, sebagaimana ditegaskan CEO Tokocrypto Calvin Kizana terkait pentingnya solidaritas bencana.
Kebakaran Hutan Picu 50.891 Kasus ISPA dalam Dua Bulan

Upaya tanggap darurat di Flores terus bergulir mengingat aktivitas gempa susulan dilaporkan masih terjadi hingga 18 hari setelah gempa utama. Penanganan warga di lapangan juga mendapat perhatian lintas sektor, termasuk peninjauan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi bersama Kak Seto dan Danone Indonesia untuk memastikan pemenuhan nutrisi dan perlindungan kelompok perempuan serta anak-anak.






