Aktivitas gempa susulan masih terus mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga Rabu (2/9) pukul 20.01 WITA, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 11.422 kali gempa susulan terjadi dalam kurun 18 hari pascagempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8).
Rentetan gempa yang melanda kawasan tersebut memiliki rentang kekuatan yang beragam, mulai dari magnitudo terkecil M1,1 hingga gempa susulan terbesar mencapai M6,2. Dampak bencana sejak gempa utama pertengahan Agustus lalu tergolong parah, dengan data per Senin (24/8) mencatat jumlah korban meninggal dunia telah menembus lebih dari 100 orang.
Ada Sutet di Lokasi TPA Putri Cempo Solo yang Kebakaran

Salah satu gempa susulan termutakhir dirasakan warga Kabupaten Manggarai pada Rabu malam pukul 19.56.56 WITA dengan kekuatan magnitudo 3,8. Pusat gempa susulan tersebut terdeteksi di darat, sekitar 29 kilometer arah utara Manggarai, pada kedalaman 14 kilometer.
Kebakaran Hutan Picu 50.891 Kasus ISPA dalam Dua Bulan

BMKG menjelaskan bahwa gempa dangkal tersebut dipicu oleh aktivitas sesar naik Flores (Flores Back-Arc Thrust) dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Getaran gempa dirasakan di wilayah Manggarai pada skala intensitas III MMI, dan hasil pemodelan memastikan kejadian ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.






