Pascagempa tektonik bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026, upaya tanggap darurat dan distribusi logistik bagi para penyintas terus digencarkan. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) memperkuat sinergi dengan sejumlah mitra guna memastikan kebutuhan para korban, khususnya perempuan dan anak-anak, terpenuhi dengan cepat.
Menteri PPPA Arifah Fauzi turun langsung meninjau titik-titik terdampak di Kabupaten Manggarai Barat dan Kabupaten Manggarai pada 24–25 Agustus 2026. Dalam agenda peninjauan tersebut, Menteri Arifah didampingi oleh Psikolog Anak sekaligus Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) periode 2021–2026, Seto Mulyadi atau Kak Seto, untuk memantau langsung penanganan anak-anak di tengah rentetan gempa susulan yang masih terjadi di Flores.
Ada Sutet di Lokasi TPA Putri Cempo Solo yang Kebakaran

Dalam misi kemanusiaan ini, Danone Indonesia menjadi salah satu mitra yang turut berkontribusi aktif memberikan dukungan pemenuhan kebutuhan dasar serta nutrisi bagi warga terdampak.
Kebakaran Hutan Picu 50.891 Kasus ISPA dalam Dua Bulan

Distribusi bantuan juga diperkuat oleh pasokan logistik dari berbagai instansi dan pemerintah daerah. Perum Bulog telah menyediakan cadangan 24.134 ton beras untuk memenuhi kebutuhan pangan para penyintas bencana gempa di NTT. Selain itu, Pemerintah Provinsi Bali melalui Gubernur Wayan Koster telah melepas sembilan truk bantuan logistik berupa beras hingga mi instan hasil gotong royong warga Bali guna mendukung penanganan pengungsi di Flores.






