Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprioritaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Prioritas ini ditetapkan karena api di wilayah tersebut belum sepenuhnya padam dan sejumlah titik asap masih terus terdeteksi di lapangan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyatakan bahwa secara keseluruhan terdapat 21 titik api dengan estimasi luas lahan terbakar mencapai 92,5 hektare di Sumatera Selatan. Selain di OKI, pemantauan dan penanganan juga terus difokuskan ke Kabupaten Banyuasin dan Muara Enim, mengingat titik asap masih muncul di kedua area tersebut kendati telah dilakukan intervensi pemadaman.
Kebakaran TPA Putri Cempo Solo, Api Berkobar Hebat

Penanggulangan kebakaran di lapangan dilakukan secara terpadu melalui kolaborasi satgas darat dan satgas udara. Namun, operasi pemadaman sempat terhambat oleh jarak pandang yang sangat rendah akibat pekatnya asap karhutla, sehingga membatasi jam terbang armada pemadam.
Dari total 92,5 hektare lahan yang terdampak, petugas gabungan sejauh ini telah berhasil memadamkan lebih dari 24 hektare. Satgas darat yang mengerahkan 11.026 personel berhasil menjinakkan api di lahan seluas 13 hektare. Di sektor udara, empat helikopter water bombing beroperasi selama 8 jam 11 menit dan menjatuhkan 704.000 liter air, yang memadamkan 10,5 hektare lahan terbakar.
Ada Sutet di Lokasi TPA Putri Cempo Solo yang Kebakaran

Untuk mempercepat pemadaman dan membasahi area gambut, BNPB juga menggelar operasi modifikasi cuaca. Satu unit pesawat dikerahkan untuk menyemaikan 1.000 kilogram garam dalam durasi terbang lebih dari dua jam. Operasi tersebut dilaporkan berhasil menurunkan hujan dengan intensitas ringan di wilayah penyemaian.






