Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBeritaPopuler
Beranda/Nasional

Alasan Pemilik Lapangan Padel di Bandung Didenda Rp100 Juta dan Wajib Tanam 1.000 Pohon

Bambang HandayaniDiterbitkan 10 Agu 2026 - 02.29 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Alasan Pemilik Lapangan Padel di Bandung Didenda Rp100 Juta dan Wajib Tanam 1.000 Pohon
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Bagaimana sebuah tindakan memotong pohon demi kelancaran bisnis bisa berujung pada sanksi finansial yang besar dan kewajiban ekologis yang berat? Pertanyaan ini mengemuka setelah pemilik lapangan padel SixNine di Kota Bandung, Jawa Barat, dijatuhi sanksi administratif berupa denda sebesar Rp100 juta serta kewajiban menanam 1.000 pohon. Kasus ini menjadi sorotan publik sekaligus pengingat penting bagi para pelaku usaha mengenai konsekuensi hukum dari pengabaian kelestarian lingkungan demi kepentingan komersial semata.

Persoalan ini bermula dari tindakan pemilik usaha yang menebang sepuluh pohon pelindung di sekitar area usahanya tanpa izin. Penebangan tersebut dilakukan secara sengaja dengan tujuan untuk memasang sebuah layar videotron berukuran besar di depan gedung lapangan padel. Setelah mendapatkan laporan dan informasi terkait aktivitas tersebut, Pengawas

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBerita

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap
Lingkungan Hidup
dari Kementerian Lingkungan Hidup bersama dengan Pemerintah Kota Bandung segera mengambil tindakan tegas. Mereka melakukan pemanggilan resmi, verifikasi langsung di lapangan, serta klarifikasi terhadap pemilik usaha lapangan padel tersebut.

Dalam proses klarifikasi tersebut, pemilik usaha akhirnya mengakui bahwa mereka telah melakukan penebangan sepuluh pohon itu secara ilegal demi memuluskan pemasangan videotron. Sebagai bentuk pertanggungjawaban awal atas pelanggaran tersebut, pemilik usaha telah membayarkan denda administratif sebesar Rp100 juta kepada kas negara. Selain denda uang, pelaku usaha juga menyatakan kesanggupannya untuk menanam kembali 1.000 pohon baru sebagai kompensasi atas kerusakan lingkungan yang ditimbulkan. Tidak hanya itu, mereka juga diwajibkan untuk menanam kembali tanaman jenis pelindung dengan ukuran tinggi minimal 5 meter tepat di lokasi penebangan sebelumnya guna memulihkan fungsi keteduhan kawasan tersebut.

Baca Juga

Panen Kelapa Sawit di Sumatra dan Kalimantan Terganggu Kelangkaan Bahan Bakar dan El Nino

Panen Kelapa Sawit di Sumatra dan Kalimantan Terganggu Kelangkaan Bahan Bakar dan El Nino

Tindakan penertiban tidak berhenti pada masalah penebangan pohon saja. Layar videotron yang menjadi alasan di balik penebangan pohon tersebut kini telah disegel oleh pihak Pemerintah Kota Bandung dengan disaksikan langsung oleh perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup. Penyegelan ini dilakukan karena pemilik usaha terbukti tidak mengantongi izin penyelenggaraan reklame yang sah untuk mengoperasikan videotron tersebut. Langkah tegas ini menunjukkan bahwa pelanggaran tata ruang dan perizinan reklame di kawasan perkotaan akan ditindak secara paralel dengan pelanggaran lingkungan hidup.

Penyelidikan mendalam yang dilakukan oleh otoritas lingkungan hidup mengungkap fakta lain yang lebih memprihatinkan terkait kepatuhan hukum perusahaan tersebut. Pemegang izin usaha lapangan padel SixNine, yaitu PT FPI, dinilai tidak taat dalam mematuhi berbagai peraturan perundang-undangan di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Pemeriksaan lapangan menunjukkan bahwa tempat usaha olahraga ini tidak memiliki Instalasi Pengelolaan Air Limbah yang memadai untuk mengolah limbah cair yang dihasilkan dari aktivitas operasional harian mereka.

Selain ketiadaan fasilitas pengelolaan limbah, pihak manajemen PT FPI juga tidak mampu memberikan penjelasan yang memadai mengenai asal-usul sumber air baku yang mereka gunakan untuk operasional lapangan padel. Mereka juga gagal memaparkan neraca air perusahaan, yang mencakup volume penggunaan air bersih serta ke mana aliran air tersebut dibuang setelah digunakan. Ketidakjelasan ini menimbulkan kekhawatiran terkait potensi eksploitasi air tanah secara tidak berizin serta dampaknya terhadap cadangan air di lingkungan sekitar.

Baca Juga

BP BUMN dan Danantara Pangkas 652 Perusahaan BUMN Melalui Program Streamlining

BP BUMN dan Danantara Pangkas 652 Perusahaan BUMN Melalui Program Streamlining

Pelanggaran lingkungan lain yang ditemukan di area belakang gedung adalah penutupan saluran drainase milik umum. PT FPI diketahui secara sepihak menutup saluran air publik tersebut untuk kepentingan area operasional mereka. Tindakan menutup saluran drainase ini berpotensi memicu masalah banjir atau genangan air di kawasan sekitar saat musim hujan tiba, karena aliran air permukaan menjadi terhambat. Atas rangkaian pelanggaran serius ini, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menyatakan bahwa kementeriannya akan menjatuhkan sanksi administrasi paksaan pemerintah kepada PT FPI untuk memaksa mereka memperbaiki seluruh pelanggaran tersebut dalam jangka waktu tertentu.

Kasus yang menimpa pemilik lapangan padel SixNine di Bandung ini memberikan gambaran jelas mengenai bagaimana pemerintah kini lebih tegas dalam menegakkan hukum lingkungan. Pelaku usaha tidak lagi bisa mengabaikan aspek kelestarian alam demi estetika promosi atau kemudahan operasional bisnis mereka. Sanksi berupa denda ratusan juta rupiah, penyegelan fasilitas iklan, serta kewajiban menanam kembali ribuan pohon menjadi bukti nyata bahwa biaya yang harus dibayar akibat pelanggaran lingkungan jauh lebih besar daripada biaya kepatuhan sejak awal.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Lingkungan HidupKota BandungSanksi Administratif

Berita Terbaru Lainnya

Mekanisme Pemilihan dan Kandidat Calon Gubernur Bank Indonesia Pengganti Perry WarjiyoPanen Kelapa Sawit di Sumatra dan Kalimantan Terganggu Kelangkaan Bahan Bakar dan El NinoBP BUMN dan Danantara Pangkas 652 Perusahaan BUMN Melalui Program StreamliningKebakaran Hanguskan 96 Kios di Pasar Jagong Jeget Aceh TengahProgram Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai BerjalanKebakaran KMP Mutiara Sentosa II, Publik Diminta Tunggu Hasil Investigasi Resmi KNKTBrimob Polda Metro Jaya Bantu Tangani Kebakaran Gudang di Kosambi TangerangPenemuan Kuburan Bayi Laki-laki di Pekarangan Rumah Warga Mojokerto

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Tantangan Industri Alat Kesehatan Lokal di Tengah Tekanan Biaya Impor dan Pelemahan Rupiah

Nasional

Tantangan Industri Alat Kesehatan Lokal di Tengah Tekanan Biaya Impor dan Pelemahan Rupiah

9 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  3. 3Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  4. 4Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  5. 5Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026