Insiden kebakaran yang melanda KMP Mutiara Sentosa II di wilayah perairan utara Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali menyoroti pentingnya keselamatan transportasi laut di Indonesia. Berdasarkan laporan data mutakhir dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) yang dirilis pada Selasa (4/8), operasi penyelamatan berhasil mengevakuasi total 238 orang dari kapal nahas tersebut. Dari keseluruhan korban yang dievakuasi, sebanyak 233 orang dilaporkan selamat dari kobaran api, sedangkan lima orang lainnya dinyatakan meninggal dunia dalam musibah ini.
Seiring dengan perkembangan situasi di lapangan, pihak berwenang akhirnya memutuskan untuk menghentikan proses pencarian langsung. Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit PH, mengonfirmasi bahwa Basarnas telah mengakhiri pemantauan aktif terhadap KMP Mutiara Sentosa II. Keputusan tersebut diambil setelah tim SAR gabungan melakukan penyisiran dan pemantauan secara intensif selama empat hari berturut-turut di perairan utara Pulau Madura. Langkah penutupan operasi pemantauan aktif ini diputuskan tepat pada hari ketujuh pascainsiden, mengingat tidak ditemukan lagi tanda-tanda fisik keberadaan kapal maupun indikasi adanya korban lain yang masih tertinggal atau belum ditemukan di wilayah pencarian tersebut.








