Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Politik

Aliansi Pertahanan Baru Terbentuk, Kekuatan Nuklir Asia Gabung Arab Saudi dan Turki

Wahyu SuryaniDiterbitkan 8 Agu 2026 - 10.30 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Aliansi Pertahanan Baru Terbentuk, Kekuatan Nuklir Asia Gabung Arab Saudi dan Turki
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Peta geopolitik dan pertahanan di kawasan Timur Tengah kini memasuki babak baru. Tiga kekuatan besar, yakni Arab Saudi, Pakistan, dan Turki, secara resmi menandatangani kesepakatan pertahanan bersama yang dirancang untuk memperdalam kerja sama keamanan di antara ketiganya. Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan yang dinamakan "Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah" di kota suci Mekkah, Arab Saudi. Pengumuman resmi mengenai pakta pertahanan ini dirilis melalui pernyataan bersama oleh Kementerian Luar Negeri Pakistan dan media resmi Arab Saudi pada Jumat, 7 Agustus 2026.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News

Inti dari kesepakatan penting ini adalah klausul pertahanan kolektif yang sangat kuat. Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah menetapkan aturan bahwa serangan bersenjata yang dilancarkan terhadap salah satu dari ketiga negara penandatangan akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya. Dengan klausul tersebut, Pakistan yang merupakan kekuatan nuklir di Asia, bersama dengan Turki yang memiliki kekuatan militer signifikan, kini secara resmi terikat untuk membela Arab Saudi, begitu pula sebaliknya. Persekutuan ini menandai pergeseran besar dalam arsitektur keamanan regional yang selama ini banyak bergantung pada kemitraan tradisional.

Lahirnya aliansi pertahanan baru ini dipicu oleh situasi keamanan yang kian memburuk di kawasan Teluk. Arab Saudi berulang kali menjadi sasaran serangan dari Iran, serta dari berbagai kelompok sekutu Teheran, termasuk kelompok Houthi di Yaman dan kelompok bersenjata Syiah di Irak. Eskalasi serangan ini meningkat tajam menyusul serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Rentetan serangan udara dan proyektil tersebut tidak hanya mengancam keamanan fisik wilayah Arab Saudi, tetapi juga secara langsung membahayakan ekspor minyak yang menjadi urat nadi perekonomian negara tersebut, serta mengacaukan rencana pembangunan besar-besaran yang sedang dicanangkan oleh Riyadh.

Baca Juga

Remaja 14 Tahun Tembak Mati 8 Orang di Thailand, Polisi Ungkap Kronologi Kejadian

Remaja 14 Tahun Tembak Mati 8 Orang di Thailand, Polisi Ungkap Kronologi Kejadian

Kondisi ketidakamanan yang terus berlanjut ini akhirnya memicu keraguan mendalam di kalangan elite Riyadh mengenai keandalan perlindungan keamanan yang selama ini diberikan oleh Amerika Serikat. Merasa tidak bisa lagi sepenuhnya bergantung pada payung keamanan Washington, Arab Saudi mulai mencari alternatif kemitraan strategis lain. Negosiasi intensif kemudian dilakukan bersama Pakistan dan Turki. Proses diplomasi ini tidak terjadi secara instan, melainkan merupakan hasil dari perundingan panjang yang berlangsung selama hampir satu tahun sebelum akhirnya disepakati dan ditandatangani di Mekkah.

Penandatanganan perjanjian bersejarah ini bertepatan dengan serangkaian kunjungan tingkat tinggi para pemimpin negara ke Arab Saudi pada hari Jumat tersebut. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif tiba di Arab Saudi dengan didampingi oleh Panglima Angkatan Darat Pakistan yang sangat berpengaruh, Asim Munir. Selain menghadiri agenda diplomatik pertahanan tersebut, Perdana Menteri Shehbaz Sharif juga menyempatkan diri untuk melaksanakan ibadah Umrah di Mekkah. Pada hari yang sama, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan turut melakukan kunjungan ke Arab Saudi untuk melangsungkan pertemuan penting dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman guna mematangkan kesepakatan pertahanan bersama ini.

Baca Juga

Taiwan Gelar Latihan Militer Terbesar Han Kuang Antisipasi Potensi Invasi China

Taiwan Gelar Latihan Militer Terbesar Han Kuang Antisipasi Potensi Invasi China

Melalui kemitraan tripartit ini, ketiga negara kini memiliki landasan hukum dan militer formal untuk saling melindungi. Dampak dari kesepakatan ini diperkirakan akan mengubah peta kekuatan di Timur Tengah secara signifikan, mengingat profil militer masing-masing anggota aliansi yang mencakup kekuatan nuklir Pakistan dan kapabilitas militer Turki yang besar. Meskipun demikian, bagaimana implementasi taktis dari klausul pertahanan bersama ini dalam menghadapi serangan nyata di masa depan masih memerlukan koordinasi lebih lanjut yang belum dirinci secara operasional.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Hubungan InternasionalArab SaudiPakistanTurkiPertahanan

Berita Terbaru Lainnya

Sengketa Yayasan Sekolah di Jakarta Selatan Warnai Kasus Temuan Ratusan SenjataPolda Jabar Amankan Ribuan Pengedar Narkoba dan Pelaku Kejahatan JalananPolisi Ungkap Sosok DS Pemilik Senjata Api yang Ditemukan di Sekolah Jakarta SelatanRemaja 14 Tahun Tembak Mati 8 Orang di Thailand, Polisi Ungkap Kronologi KejadianTaiwan Gelar Latihan Militer Terbesar Han Kuang Antisipasi Potensi Invasi ChinaKebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta, 175 Personel Gabungan Disiagakan dan 10 Saksi DiperiksaImbas Kebakaran Gedung Bapenda DKI, Jalan Abdul Muis Ditutup SementaraKebakaran Gedung Bapenda DKI Hanguskan Lantai 11-16, Satu Pekerja Dievakuasi

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  3. 3Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  4. 4Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026
  5. 5Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap