Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengimbau masyarakat, wisatawan, serta pengunjung untuk tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi Gunung Anak Krakatau. Rekomendasi zona bahaya ini dikeluarkan menyusul terjadinya erupsi menerus di gunung api yang berlokasi di wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.
Aktivitas erupsi menerus tersebut teramati mulai terjadi pada pukul 23.07 WIB dan berlangsung sekitar 1 jam 30 menit. Selain hembusan material abu, erupsi ini disertai fenomena pancaran lava pijar atau lava fountain.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan, Suwarno, menyampaikan bahwa secara visual asap kawah teramati membubung berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas sedang hingga tebal. Ketinggian kolom asap tersebut tercatat mencapai 100 hingga 400 meter di atas puncak kawah.
Tak Cuma Megathrust, Pakar Ingatkan Petaka Gempa Intra-Slab Ancam Jawa

Catatan Kegempaan dan Status Siaga
Berdasarkan rekaman seismograf di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, terjadi rangkaian kegempaan yang cukup signifikan. Pos mencatat enam kali gempa letusan dengan rentang amplitudo 19–70 milimeter dan durasi berkisar antara 29 hingga 3.153 detik.
Aktivitas kegempaan lainnya mencakup: - 8 kali gempa hembusan dengan amplitudo 12–27 milimeter berdurasi 20–43 detik. - 39 kali gempa frekuensi rendah dengan amplitudo 7–31 milimeter berdurasi 6–19 detik. - 35 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 7–43 milimeter berdurasi 7–20 detik. - Tremor menerus (microtremor) dengan amplitudo 1–60 milimeter, dominan pada 25 milimeter.
Kepergok Hendak Curi Tabung Gas, Maling di Bogor Ditangkap Warga

Badan Geologi telah menaikkan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) seiring peningkatan vulkanik yang terpantau sejak awal Juli.
Dengan status Level III tersebut, batas aman kegiatan diatur ketat di luar radius 3 kilometer dari kawah aktif. Nelayan yang beroperasi di sekitar kawasan perairan Selat Sunda juga diminta untuk terus memantau laporan resmi perkembangan aktivitas vulkanik dari pihak berwenang serta memeriksa kondisi cuaca laut setempat sebelum berlayar.






