Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan SosialPopuler
Beranda/National

Ancaman Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas Terhadap Kualitas Udara Global

Wahyu SuryaniDiterbitkan 8 Sep 2026 - 13.22 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Ancaman Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas Terhadap Kualitas Udara Global
Foto/Ilustrasi: Media Indonesia
A-A+

Lonjakan suhu ekstrem dan kebakaran hutan melanda berbagai belahan dunia dalam beberapa pekan terakhir, memicu penurunan drastis kualitas udara dari kawasan Eropa, Asia Timur, hingga sejumlah wilayah di Indonesia.

Di tingkat domestik, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Barat mempertimbangkan opsi meliburkan jenjang sekolah TK, SD, dan SMP setelah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan. Dampak karhutla juga terasa di kawasan delineasi IKN, tepatnya di Wonotirto, yang mencatat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di level 162 atau kategori tidak sehat. Sementara itu, indeks kualitas udara Jakarta sempat menduduki peringkat ke-8 terburuk di dunia dengan AQI 149 pada Sabtu (29/8/2026), sebelum berada di angka 127 pada Rabu (2/9/2026) pagi. Di Pekanbaru, kondisi udara mulai membaik pascaturunnya hujan sehingga status karhutla diturunkan menjadi siaga darurat seiring nihilnya titik api.

Kondisi serupa meluas secara internasional. Gelombang panas di Korea Selatan mencapai 37 derajat Celsius hingga memicu 12 korban jiwa. Di Eropa, Belanda mencatatkan musim panas paling terik sejak 1901 dengan rata-rata suhu 19,3 derajat Celsius, menggeser rekor 2018. Suhu di Sardinia dan Sisilia diproyeksikan menyentuh 45 derajat Celsius hingga puncak lokal 48 derajat Celsius, sedangkan cuaca panas dan kering di West Midlands, Inggris, memicu kebakaran yang merusak setidaknya enam properti dan memaksa evakuasi warga.

Baca Juga

Keliru, Erupsi Anak Krakatau Picu Darurat Tsunami Selat Sunda

Keliru, Erupsi Anak Krakatau Picu Darurat Tsunami Selat Sunda

Peringatan WMO dan Risiko Kesehatan

Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperingatkan bahwa eskalasi polusi dari kombinasi karhutla dan gelombang panas secara nyata mengancam upaya perbaikan kualitas udara, kesehatan manusia, serta kestabilan ekosistem global. Berdasarkan data buletin WMO, frekuensi insiden asap kebakaran ekstrem di seluruh dunia telah melonjak hingga tiga kali lipat sejak era 1990-an.

Paparan asap kebakaran diestimasi menyumbang hampir 100.000 kematian tambahan per tahun selama rentang 2010 hingga 2018. WMO juga menyoroti kelemahan model risiko konvensional yang berpotensi meremehkan angka kematian akibat kebakaran hutan hingga 93 persen karena belum memperhitungkan tingginya toksisitas partikel halus (PM2.5) dari pembakaran vegetasi dibanding sumber polusi lain.

Baca Juga

51.591 Rumah Terdampak Gempa M7,7 NTT Selesai Diverifikasi BNPB

51.591 Rumah Terdampak Gempa M7,7 NTT Selesai Diverifikasi BNPB

Selain partikel asap, gelombang panas mempercepat pembentukan ozon berbahaya di permukaan tanah melalui perpaduan suhu tinggi, radiasi sinar matahari terik, dan pergerakan udara yang stagnan. Akumulasi ozon ini diproyeksikan memicu puluhan ribu kematian dini tambahan di masa depan. Menghadapi eskalasi krisis tersebut, WMO mendesak peningkatan pemantauan terhadap berbagai polutan atmosfer berbahaya, termasuk karbon hitam dan mikroplastik yang melayang di udara.

Sumber: Media Indonesia

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kebakaran HutanGelombang PanasKualitas Udara

Berita Terbaru Lainnya

Keliru, Erupsi Anak Krakatau Picu Darurat Tsunami Selat Sunda51.591 Rumah Terdampak Gempa M7,7 NTT Selesai Diverifikasi BNPBWNA Terdampak Erupsi Diberi Izin Tinggal Darurat dan Bebas Biaya OverstaySido Muncul Kembali Salurkan Bantuan Rp510 Juta untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTTPuan Minta Dugaan Lahan Bekas Kebakaran Hutan Jadi Kebun Sawit Diselidiki12 Titik Kebakaran Landa Kabupaten Bogor, TPA Galuga Belum PadamGempa Magnitudo 5,2 Guncang 60 Km Timur Laut Ruteng-Manggarai NTTBMKG Minta Warga Tak Terpengaruh Video Viral Ramalan Gempa M 9

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap