Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan SosialPopuler
Beranda/National

Angka Kemiskinan Berbeda dengan Versi Bank Dunia, BPS Buka Suara

Ding Anyi ApuiDiterbitkan 3 Sep 2026 - 01.16 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Angka Kemiskinan Berbeda dengan Versi Bank Dunia, BPS Buka Suara
Foto/Ilustrasi: Detik
A-A+

Perbedaan mencolok antara data kemiskinan yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) dan proyeksi Bank Dunia menuai perhatian publik. Pasalnya, Bank Dunia dalam laporan Macro Poverty Outlook edisi April 2026 memproyeksikan sebanyak 64,2 persen penduduk Indonesia berada di bawah garis kemiskinan pada 2026. Sementara itu, data resmi BPS mencatat angka kemiskinan per Maret 2026 berada di level 8,07 persen atau setara 22,93 juta jiwa.

Menanggapi disparitas tersebut, Deputi Bidang Statistik Sosial BPS M Nashrul Wajdi menegaskan bahwa angka yang dikeluarkan Bank Dunia tidak dihitung menggunakan garis kemiskinan nasional. Kedua data tersebut memiliki metodologi serta tujuan pengukuran yang berbeda, sehingga tidak bisa dibandingkan secara langsung.

Perbedaan Garis Ukur dan Standar Pendapatan

Nashrul menjelaskan bahwa proyeksi kemiskinan 64,2 persen dari Bank Dunia dibuat menggunakan batas garis kemiskinan sebesar US$ 8,30 per kapita per hari berdasarkan Purchasing Power Parity (PPP) 2021. Standar US$ 8,30 tersebut umumnya digunakan untuk mengukur kelompok negara berpendapatan menengah ke atas (upper-middle-income countries) demi kebutuhan perbandingan antarnegara secara global.

Baca Juga

Ramalan Shio Naga dan Ular Kamis, 3 September 2026, Peluang Karier dan Pengelolaan Keuangan

Ramalan Shio Naga dan Ular Kamis, 3 September 2026, Peluang Karier dan Pengelolaan Keuangan

Dalam klasifikasi terbarunya, Bank Dunia membagi garis kemiskinan ke dalam beberapa tingkat: US$ 3 per kapita per hari untuk mengukur kemiskinan ekstrem, US$ 4,20 untuk negara berpendapatan menengah ke bawah, dan US$ 8,30 untuk kelompok pendapatan menengah ke atas. Angka US$ 8,30 tersebut tidak dikonversi menggunakan kurs pasar rupiah terhadap dolar AS, melainkan dihitung berdasarkan paritas daya beli yang menakar perbedaan harga kebutuhan antarnegara.

Bank Dunia sendiri, melalui keterangan di situs resminya pada 13 Juni 2025, telah menegaskan bahwa garis kemiskinan nasional serta statistik yang diterbitkan BPS jauh lebih relevan dan tepat digunakan sebagai rujukan perumusan kebijakan domestik di Indonesia.

Metodologi Penghitungan Kemiskinan BPS

Penghitungan angka kemiskinan nasional oleh BPS menggunakan pendekatan kebutuhan dasar atau Cost of Basic Needs (CBN). Metode ini mengukur pengeluaran minimum yang dibutuhkan individu untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan nonmakanan.

Baca Juga

Kementrans Siapkan Anggaran 2027 Berdampak Langsung ke Masyarakat

Kementrans Siapkan Anggaran 2027 Berdampak Langsung ke Masyarakat

Pada komponen makanan, BPS menetapkan standar konsumsi minimum sebesar 2.100 kilokalori per orang per hari yang disesuaikan dengan pola konsumsi riil rumah tangga Indonesia. Sementara itu, komponen nonmakanan mencakup alokasi belanja esensial seperti perumahan, pendidikan, kesehatan, pakaian, dan transportasi.

Data pendukung garis kemiskinan nasional dikumpulkan melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang diselenggarakan dua kali dalam setahun. Berdasarkan data per Maret 2026, rata-rata garis kemiskinan rumah tangga secara nasional tercatat sebesar Rp 3.091.866 per bulan.

Sumber: Detik

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bank DuniaBPSStatistik

Berita Terbaru Lainnya

Ramalan Shio Naga dan Ular Kamis, 3 September 2026, Peluang Karier dan Pengelolaan KeuanganKementrans Siapkan Anggaran 2027 Berdampak Langsung ke MasyarakatFadli Zon Laporkan Lebih dari 100 Tokoh Diusulkan Raih Tanda Jasa dan Kehormatan34 Santri di Sidoarjo Diduga Keracunan MBG Masih Dirawat di RSSPI Apresiasi Langkah Kementan Tingkatkan Produksi Beras Saat Musim KemarauPasar Kripto Kembali Bergairah Didorong Penguatan Bitcoin dan Aset Digital Utama556 Santri di Sidoarjo Keracunan MBG, Pemprov Jatim Siapkan SanksiPakar Sebut RUU Perampasan Aset Harus Punya 'Roh' Pemberantasan Korupsi

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap