Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyatakan kesiapannya membangun 500 unit rumah bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menteri PKP Maruarar Sirait, yang akrab disapa Ara, menjelaskan bahwa pembangunan hunian tersebut akan direalisasikan melalui skema gotong royong antara pemerintah dan sektor swasta. Langkah penanganan ini juga melibatkan kerja sama komprehensif bersama sektor perbankan, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), serta kontribusi 50 arsitek yang memberikan jasanya secara sukarela.
Ramalan Shio Tikus dan Kerbau Selasa, 1 September 2026 Navigasi Energi di Awal Bulan

Rencana penyediaan 500 rumah di NTT tersebut telah dibahas langsung dengan pihak pemerintah daerah setempat. Ara mengungkapkan dirinya telah berdiskusi intensif dengan Gubernur NTT terkait teknis pelaksanaannya. Selain itu, rencana gotong royong ini juga sudah dilaporkan secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Satuan Tugas Perumahan Hashim Djojohadikusumo.
Selain di NTT, skema gotong royong serupa diterapkan di sejumlah daerah lain. Kementerian PKP telah menyiapkan anggaran sebesar Rp1,5 miliar untuk membangun rumah bernuansa budaya di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Tim Formatur Diberi Waktu Sebulan Susun Kepengurusan Baru PBNU

Program penyediaan rumah gratis lewat skema kolaboratif ini juga tengah berjalan di berbagai titik, meliputi 200 unit di Kabupaten Tangerang, 103 unit di Tapanuli Utara, 152 unit di Menteng Tenggulun, serta 500 unit di Johar Baru.






