Tim formatur hasil Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama resmi diberi tenggat waktu selama satu bulan untuk merampungkan susunan kepengurusan baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Tim ini bertugas menyeleksi dan menetapkan jajaran pengurus yang akan menjalankan roda organisasi PBNU untuk masa khidmat mendatang.
Dalam struktur tim formatur tersebut, Rais Aam terpilih KH Miftachul Akhyar ditunjuk bertindak sebagai ketua formatur. Posisi sekretaris tim formatur dipercayakan kepada Ketua Umum PBNU terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin.
Perubahan Sistem Pemilihan
Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjelaskan bahwa gelaran muktamar kali ini menerapkan skema suksesi yang berbeda dari periode sebelumnya. Pemilihan Ketua Umum PBNU tidak lagi menggunakan sistem one man one vote secara langsung oleh peserta sidang.
September Diprediksi Puncak Karhutla, OMC-Water Bombing Dimaksimalkan

Pada sistem baru, struktur kepengurusan tingkat cabang dan wilayah yang memiliki hak suara mengusulkan sekurang-kurangnya satu nama dan sebanyak-banyaknya lima nama bakal calon Ketua Umum. Usulan nama-nama tersebut kemudian diserahkan kepada Rais Aam terpilih dan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) untuk ditentukan dan diputuskan sebagai Ketua Umum PBNU.
Bantahan Intervensi Istana
Menanggapi dinamika suksesi kepemimpinan, Saifullah Yusuf turut menepis isu adanya campur tangan dari Istana Kepresidenan dalam penetapan Rais Aam maupun Ketua Umum PBNU. Gus Ipul membantah kabar yang menyebutkan bahwa terpilihnya duet KH Miftachul Akhyar dan KH Abdul Hakim Mahfudz merupakan pasangan yang telah dipersiapkan atau mendapatkan sokongan dari pihak Istana.
Gunung Sinabung Erupsi dan Naik Status Siaga, Bobby Keluarkan Perintah

Terkait keterlibatan pemerintah, Gus Ipul menggarisbawahi kehadiran Presiden dalam perhelatan akbar ini sebagai bentuk apresiasi terhadap Nahdlatul Ulama. Kepala Negara hadir langsung pada agenda pembukaan dan penutupan Muktamar ke-35 NU, yang dicatat sebagai momentum perdana kehadiran Presiden secara penuh pada kedua sesi tersebut.






