Sidang lanjutan perkara dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha kembali digelar dengan agenda pemeriksaan saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sebanyak sembilan saksi yang merupakan orang tua korban dihadirkan ke ruang sidang untuk membeberkan kondisi anak-anak mereka usai dititipkan di tempat tersebut.
Dalam persidangan, jaksa mendalami perubahan perilaku dan trauma yang dialami para korban. Keterangan para orang tua menyoroti kontras mencolok antara kondisi anak sebelum dan sesudah masuk ke tempat penitipan anak itu, terutama terkait ketakutan mendalam terhadap hal-hal yang sebelumnya dianggap wajar.
Salah satu saksi berinisial WM menuturkan bahwa anaknya kini mengidap trauma terhadap air. Anak yang sebelumnya tidak bermasalah saat mandi kini menunjukkan penolakan keras setiap kali harus bersentuhan dengan air.
Gerobak Sampah Mangkal di Trotoar Tendean, DLH DKI Evaluasi Operasional Pengangkutan

"Ketika mau keramas itu dia nggak mau, jadi hal-hal yang berkait dengan air, mandi, itu rewel dibandingkan sebelum (dititipkan) di Little Aresha," terang WM saat memberikan kesaksian di hadapan persidangan.
WM menambahkan, perbedaan reaksi tersebut tampak kian nyata saat anaknya mulai beraktivitas di lingkungan daycare yang baru. Sementara anak-anak lain menikmati aktivitas bermain air, anaknya justru memperlihatkan rasa takut yang luar biasa.
"Terbukti di tempat baru (daycare baru), anak lain seusianya ananda itu main air sangat senang, tapi ananda sangat takut, sampai mundur-mundur," sambung WM.
Polisi Naikkan Kasus Kematian Presenter TVRI Papua Barat ke Tahap Penyidikan

Selain dampak trauma psikis, kesaksian di persidangan juga mengungkap adanya luka fisik yang dialami korban selama berada di Little Aresha. Saksi lain berinisial HK menceritakan pengalaman mendapati telinga anaknya mengeluarkan darah setibanya di rumah setelah dijemput dari tempat penitipan tersebut.
HK memastikan luka tersebut bukan akibat garukan tangan anak sendiri. "Padahal tidak ada bekas garukan di situ, jadi ada darah yang lumayan cukup banyak pada waktu itu, tapi tidak deras," pungkas HK dalam keterangannya.






