Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait deretan gerobak sampah yang terparkir di trotoar hingga memakan sebagian badan jalan di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Keberadaan gerobak tersebut sempat menuai keluhan dari para pengguna jalan lantaran berada di titik jalan dengan arus lalu lintas yang padat.
Di lokasi tersebut, sejumlah gerobak pengangkut sampah tampak berjejer di pinggir jalan. Sebagian gerobak membawa muatan sampah yang ditutup menggunakan terpal, sementara sebagian lainnya dibiarkan dalam kondisi terbuka sehingga mengganggu kenyamanan dan mobilitas para pejalan kaki serta pengendara yang melintas.
Titik Transit Sampah Malam Hari
Humas DLH DKI Jakarta Yogi Ikhwan memberikan penjelasan mengenai fungsi lokasi tersebut. Ia menerangkan bahwa area di sisi Jalan Kapten Tendean memang digunakan sebagai titik transit bagi gerobak sampah pada kegiatan pengangkutan malam hari, sebelum seluruh muatan sampah dipindahkan ke armada compactor.
Polisi Naikkan Kasus Kematian Presenter TVRI Papua Barat ke Tahap Penyidikan

Kendati difungsikan sebagai lokasi transit resmi, Yogi mengakui bahwa kehadiran gerobak-gerobak tersebut saat kondisi arus lalu lintas masih ramai dapat mengganggu kelancaran kendaraan dan hak para pejalan kaki yang melintasi trotoar.
Penyesuaian Jadwal dan Evaluasi Operasional
Guna mengatasi gangguan tersebut, DLH DKI Jakarta menginstruksikan para petugas pengangkut sampah untuk melakukan penyesuaian waktu operasional. Petugas gerobak swadaya telah diarahkan agar baru keluar dan berkumpul di lokasi transit saat kondisi lalu lintas sudah lebih lengang.
4 RT di Gambir Jakpus Terdampak Kebakaran, Warga Dievakuasi ke Pengungsian

Langkah penyesuaian ini diambil untuk mempersingkat waktu tunggu gerobak di pinggir jalan sehingga tidak terlalu lama mengokupasi trotoar maupun badan jalan. Selain itu, proses pemindahan muatan sampah dari gerobak ke armada compactor diminta dilakukan secepat mungkin demi mencegah terjadinya penumpukan sampah dalam durasi yang lama.
Armada truk compactor sendiri dijadwalkan tiba di titik transit Jalan Kapten Tendean sekitar pukul 23.00 hingga 01.00 WIB. Yogi menegaskan bahwa DLH DKI Jakarta akan terus melakukan evaluasi terhadap seluruh pengaturan operasional di lokasi tersebut agar pelayanan kebersihan tetap optimal tanpa mengorbankan fungsi trotoar, kelancaran arus lalu lintas, maupun kenyamanan masyarakat sekitar.






