Kebakaran hebat yang melanda permukiman padat di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, kini memasuki fase penanganan darurat bagi para penyintas. Peristiwa tersebut melanda wilayah RW 01 Kelurahan Kebon Kelapa dan menghanguskan pemukiman di empat wilayah rukun tetangga, yakni RT 04, RT 05, RT 07, dan RT 09.
Berdasarkan data terkini di lapangan, musibah ini mengakibatkan 114 rumah rusak serta berdampak langsung pada 880 jiwa dari total 310 kartu keluarga (KK). Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat langsung memfokuskan tindakan pada penyediaan tempat penampungan dan kebutuhan dasar warga.
46 Ton Bantuan Gempa NTT Tersimpan di Gudang Halim

Wali Kota Jakarta Pusat Arifin yang meninjau lokasi kejadian menyatakan bahwa langkah evakuasi difokuskan pada penyiapan tenda pengungsi beserta sarana pendukung utama, mulai dari toilet portabel, suplai air bersih, hingga konsumsi harian untuk seluruh warga terdampak. Pemerintah memprioritaskan mitigasi darurat terlebih dahulu sebelum membahas penyiapan natura lebih lanjut maupun perihal penataan tempat tinggal warga pascakebakaran.
Laporan kobaran api pertama kali diterima oleh petugas pemadam kebakaran pada pukul 13.40 WIB, yang disusul operasi pemadaman di lokasi mulai pukul 13.46 WIB. Setelah upaya pemadaman berlangsung selama beberapa jam, situasi dinyatakan padam pada pukul 18.00 WIB.
Tiba di NTT, Tim Relawan Kesehatan USK Aceh Mulai Berikan Layanan Medis dan Pendampingan Trauma Korban Gempa

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta Bayu Meghantara mengonfirmasi bahwa area permukiman warga telah steril dari api menjelang malam hari. Kendati kobaran utama sudah tuntas dipadamkan, personel damkar masih disiagakan di lokasi kejadian guna memastikan tidak ada titik api sekunder yang membahayakan warga.






