Tim relawan medis dari Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh resmi memulai penanganan krisis kesehatan dan pendampingan trauma bagi korban bencana gempa di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 27 dan 28 Agustus 2026. Misi kemanusiaan ini bergerak cepat memperkuat penanganan lapangan pascagempa bermagnitudo 7,7 yang menewaskan 51 warga, melumpuhkan kegiatan belajar di 1.221 sekolah, serta memicu 10.232 gempa susulan menurut data BMKG.
Kondisi pelayanan kesehatan di daerah terdampak sebelumnya menghadapi tantangan berat akibat keterbatasan ruang perawatan. Di RSUD Ruteng, sejumlah unit krusial seperti poliklinik, ICU, ruang anak, instalasi farmasi, hingga radiologi masih terpaksa beroperasi di dalam tenda-tenda darurat. Kehadiran tim medis asal Aceh ini langsung difokuskan pada penanganan pasien darurat, pendampingan kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia, serta dukungan tindakan di ruang bedah darurat.
Kebakaran Permukiman dan Gedung Kosong di Gambir Berhasil Dipadamkan

Dalam respons awalnya, tim menangani sejumlah pasien dengan kondisi luka berat dan infeksi akut. Penanganan medis diberikan kepada Victoria Jeria (80) yang mengalami fraktur humerus, Fransiskus A. Duhu (13) dengan patah tulang paha ganda, serta bayi berusia 6 bulan bernama Uwais yang menderita abses perianal dan diare akut. Tim relawan juga bertugas memantau perkembangan pasien pascaoperasi.
Delegasi kemanusiaan USK yang dilepas oleh Rektor Prof. Mirza Tabrani dari Banda Aceh ini diperkuat oleh tujuh personel utama di bawah pimpinan T. Maulana, S.K.M., M.Kes., Ph.D. Tim tersebut beranggotakan spesialis dan tenaga ahli, meliputi Dr. dr. T. Nanta Aulia, M.Kes, Sp.OT, Subsp O.T.B (K); Prof. Dr. Ners. Marlina, S.Kep., M.Kep, Sp.MB; Ns. Abul A鈥檒a Tarigan, S.Kep., M.Kep; dr. Ikhsanuddin Basili; dr. Alfisyahrin Kamil; serta teknisi laboratorium Shahibul Mighvar, S.T.
Ara Siapkan 500 Rumah untuk Korban Gempa NTT Pakai Cara Ini

Selain bertugas di RSUD Ruteng dan mendaftar resmi di Posko HEOC Kabupaten Manggarai, personel USK disebar ke beberapa titik layanan lain, termasuk RS Lapangan Kementerian Kesehatan di Bandara Frans Sales Lega, Puskesmas Kota Ruteng, dan Puskesmas Reo. Tim relawan turut melakukan kunjungan langsung ke rumah-rumah warga terdampak di Kecamatan Reok untuk menyalurkan bantuan makanan siap saji sembari mengidentifikasi kebutuhan alat bantu ortosis TLSO/LSO bagi pasien cedera tulang belakang serta penguatan sistem rujukan berkelanjutan.






