Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyemaikan sebanyak 5,6 ton atau 5.600 kilogram garam (NaCl) melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna memicu hujan buatan di sejumlah wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Upaya ini dilakukan untuk mendukung operasi pemadaman terpadu antara satgas udara dan satgas darat.
Berton SP Panjaitan menyampaikan rincian operasi tersebut dalam konferensi pers bersama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) di Gedung BNPB, Jakarta, Senin (31/8/2026). Penyemaian garam tercatat dilakukan melalui dua sorti di Riau dengan 2.000 kilogram NaCl, dua sorti serupa di Jambi, satu sorti di Kalimantan Barat dengan 800 kilogram NaCl, serta satu sorti di Lampung.
Dampak Hujan dan Hambatan Awan di Lapangan
Operasi modifikasi cuaca tersebut memicu hujan berintensitas ringan hingga lebat di sejumlah kawasan Riau, Jambi, dan Lampung. Kehadiran hujan membantu satgas darat serta dukungan helikopter water bombing yang bertugas menumpahkan air langsung ke titik panas.
4 RT di Gambir Jakpus Terdampak Kebakaran, Warga Dievakuasi ke Pengungsian

Kendati demikian, BNPB mencatat bahwa OMC belum dapat diterapkan secara merata di semua provinsi rawan karhutla. Operasi hujan buatan belum bisa dilaksanakan di Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah lantaran belum terdeteksinya data sebaran awan potensial di atmosfer wilayah tersebut.
Penanganan Karhutla di Sumatera Selatan
Untuk menangani titik api di Sumatera Selatan, Menteri Kehutanan bersama Kepala BNPB telah melaksanakan rapat koordinasi langsung di lapangan. Berdasarkan data per 29 Agustus 2026, tercatat 11 titik api dengan total luas lahan terbakar mencapai 60 hektare.
46 Ton Bantuan Gempa NTT Tersimpan di Gudang Halim

Dari total luasan tersebut, seluas 15 hektare berhasil dipadamkan dan 45 hektare sisanya masih ditangani tim gabungan. Mengingat OMC belum bisa dilakukan di area ini, BNPB dan pemerintah daerah memfokuskan penguatan satgas darat dengan menambah personel dan peralatan, serta mengoptimalkan akses sumber air melalui kanalisasi dan pembuatan sumur bor.






