Setelah relatif tenang sejak erupsi terakhirnya pada 2022, Gunung Sinabung di Kabupaten Karo kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan pada Senin (31/8) sekitar pukul 10.17 WIB. Letusan tersebut memicu kenaikan tingkat aktivitas dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga). Menanggapi eskalasi ini, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution langsung mengeluarkan sejumlah instruksi penanganan darurat bagi masyarakat dan instansi terkait.
Erupsi tersebut melontarkan kolom abu tebal berwarna hitam setinggi 3.500 meter di atas puncak kawah, atau mencapai 5.960 meter di atas permukaan laut. Sebaran abu teramati condong mengarah ke timur dan tenggara. Catatan seismogram menunjukkan erupsi berlangsung dengan amplitudo maksimum 120 mm serta durasi sementara sekitar 1 jam 1 menit 48 detik.
Langkah Antisipasi dan Bantuan Pemprov Sumut
Menyikapi guyuran abu vulkanik di sejumlah kawasan, Bobby Nasution mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan membatasi aktivitas luar ruang tanpa perlindungan. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyiapkan 15.000 masker untuk segera dibagikan kepada warga di wilayah terdampak.
Tim Formatur Diberi Waktu Sebulan Susun Kepengurusan Baru PBNU

Selain distribusi masker, armada mobil pemadam kebakaran turut disiagakan guna membersihkan tumpukan abu vulkanik di titik-titik krusial dan jalur transportasi umum. Terkait aktivitas pendidikan di sekolah, pemerintah daerah memilih memantau perkembangan terlebih dahulu sebelum mengambil kebijakan penutupan kelas.
Bobby menyampaikan bahwa kegiatan belajar-mengajar belum diliburkan, namun opsi pembelajaran jarak jauh (PJJ) siap diterapkan apabila aktivitas vulkanik terus meningkat dan arah abu mengarah ke wilayah Berastagi.
September Diprediksi Puncak Karhutla, OMC-Water Bombing Dimaksimalkan

Pembatasan Radius Bahaya
Menyusul penetapan status Siaga, Bupati Karo Antonius Ginting menegaskan bahwa area dalam radius 4,5 hingga 5 kilometer dari kawah Gunung Sinabung harus dikosongkan dari segala bentuk aktivitas masyarakat.
Hingga laporan terkini dirilis, belum ada laporan mengenai warga yang mengungsi dari permukiman di sekitar lereng gunung. Petugas dan aparat gabungan terus bersiaga untuk memantau pergerakan kubah lava dan sebaran abu guna mengantisipasi potensi bahaya lanjutan.






