Kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan Gunung Bromo sejak Senin, 3 Agustus 2026, dilaporkan mengalami perluasan area terdampak yang cukup signifikan. Berdasarkan pemutakhiran data terbaru, luasan kawasan yang terdampak kebakaran kini telah mencapai 520 hektare. Angka tersebut mencatatkan kenaikan atau pertambahan dari data sebelumnya yang tercatat sekitar 176 hektare. Kebakaran ini melingkupi wilayah yang luas, meliputi kawasan Gunung Bromo Watu Gede yang berada di Kabupaten Probolinggo serta kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Jantur yang masuk dalam wilayah Kabupaten Malang.
Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Rudijanta Tjahja Nugraha, mengungkapkan penyebab utama di balik meluasnya area terdampak kebakaran tersebut. Meluasnya kebakaran dipicu oleh peristiwa kembali berkobarnya api di kawasan Gunung Bromo pada Sabtu malam. Peristiwa berkobarnya api tersebut diperparah oleh hembusan angin yang bertiup cukup kencang sejak siang hari, sehingga api mampu menjalar dengan sangat cepat dari sisi atas tebing menuju ke arah bawah. Tidak hanya faktor hembusan angin, fenomena embun beku atau frost yang terjadi di area tersebut juga memberikan dampak yang menyebabkan api semakin meluas.








