Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBeritaPopuler
Beranda/Nasional

Sengketa Yayasan Sekolah di Jakarta Selatan, Dugaan Utang Bank untuk Lapangan Padel hingga Temuan Ratusan Senjata

Togar SiregarDiterbitkan 10 Agu 2026 - 06.30 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Sengketa Yayasan Sekolah di Jakarta Selatan, Dugaan Utang Bank untuk Lapangan Padel hingga Temuan Ratusan Senjata
Foto/Ilustrasi: news.detik.com.
A-A+

Kasus penemuan ratusan senjata di lingkungan sebuah sekolah swasta di Jakarta Selatan kini membuka tabir perselisihan internal yang lebih kompleks. Pihak yayasan sekolah melaporkan mantan pemilik yayasan berinisial IWD ke pihak kepolisian setelah menemukan ratusan senjata di salah satu ruangan di area sekolah. Langkah hukum ini diambil menyusul adanya sejumlah kejanggalan dalam pengelolaan aset sekolah yang diduga dilakukan oleh mantan pemilik tersebut sebelum pergantian kepengurusan.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBerita

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Kuasa hukum yayasan sekolah, Hermawanto, mengungkapkan kronologi yang mendasari laporan tersebut. Menurut penjelasannya, IWD diduga telah menggunakan nama yayasan sebagai jaminan untuk mengajukan pinjaman kredit ke bank. Dana hasil pinjaman tersebut kemudian digunakan untuk membangun fasilitas olahraga berupa lapangan padel. Hermawanto menambahkan bahwa alih-alih dikelola demi kepentingan sekolah, lapangan padel yang dibangun dengan jaminan aset yayasan tersebut justru dikelola secara pribadi oleh pihak keluarga IWD.

Selain persoalan pinjaman bank, keberadaan senjata di lingkungan sekolah menjadi alasan utama pihak yayasan membawa masalah ini ke ranah hukum. Hermawanto menegaskan bahwa keputusan IWD yang menggunakan area sekolah untuk menyimpan ratusan senjata dinilai tidak patut dan membahayakan lingkungan pendidikan. Oleh karena itu, pengurus yayasan yang baru merasa perlu mengambil tindakan tegas dengan melaporkan temuan tersebut kepada aparat kepolisian guna menghindari risiko hukum yang lebih besar di kemudian hari.

Baca Juga

Panen Kelapa Sawit di Sumatra dan Kalimantan Terganggu Kelangkaan Bahan Bakar dan El Nino

Panen Kelapa Sawit di Sumatra dan Kalimantan Terganggu Kelangkaan Bahan Bakar dan El Nino

Di sisi lain, pihak IWD memberikan pembelaan dan membantah tuduhan miring terkait kepemilikan senjata tersebut. Alhadid Endar Putra, yang bertindak sebagai kuasa hukum IWD sekaligus Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin, memberikan klarifikasi mengenai asal-usul senjata tersebut. Alhadid menyatakan bahwa total terdapat 995 pucuk senjata jenis airsoft gun yang disimpan di gudang sekolah. Menurutnya, senjata-senjata tersebut merupakan milik resmi PT Lokta Karya Perbakin dan bukan merupakan barang ilegal.

Alhadid menjelaskan bahwa penyimpanan ratusan airsoft gun di area sekolah tersebut memiliki landasan historis. Pada tahun 2020, sempat ada rencana kerja sama antara PT Lokta Karya Perbakin dengan pengurus yayasan sekolah yang menjabat saat itu. Rencana kerja sama tersebut berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler menembak bagi para siswa. Ia juga menegaskan bahwa seluruh senjata tersebut memiliki dokumen perizinan yang resmi dan sah, serta surat-surat izinnya telah ditunjukkan secara langsung kepada pihak kepolisian yang menangani kasus ini.

Baca Juga

BP BUMN dan Danantara Pangkas 652 Perusahaan BUMN Melalui Program Streamlining

BP BUMN dan Danantara Pangkas 652 Perusahaan BUMN Melalui Program Streamlining

Lebih lanjut, Alhadid mempertanyakan sikap pengurus yayasan saat ini yang seolah-olah terkejut dan baru mengetahui keberadaan senjata tersebut. Ia mengeklaim bahwa pengurus yayasan sebenarnya sudah mengetahui sejak lama mengenai keberadaan senjata beserta izin-izin resminya. Alhadid menduga isu ini sengaja diembuskan ke publik akibat adanya konflik internal di tubuh yayasan. Perselisihan tersebut disinyalir memuncak setelah adanya pemberhentian sepihak terhadap salah satu pembina yayasan terdahulu.

Menurut penjelasan Alhadid, konflik kepengurusan ini melibatkan seorang pembina berinisial Bu N. Bu N disebut telah menduduki posisi secara fisik sejak April 2026, atau berjalan sekitar lima bulan setelah memberhentikan pembina yayasan yang lain secara sepihak. Situasi ini dinilai memicu ketegangan di internal yayasan hingga akhirnya berujung pada pelaporan kasus senjata ke polisi. Hingga kini, proses penyelidikan oleh kepolisian masih terus berjalan guna memastikan legalitas kepemilikan senjata serta menyelesaikan sengketa yang melibatkan kedua belah pihak.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Hukumjakarta selatanYayasan Sekolah

Berita Terbaru Lainnya

Mekanisme Pemilihan dan Kandidat Calon Gubernur Bank Indonesia Pengganti Perry WarjiyoPanen Kelapa Sawit di Sumatra dan Kalimantan Terganggu Kelangkaan Bahan Bakar dan El NinoBP BUMN dan Danantara Pangkas 652 Perusahaan BUMN Melalui Program StreamliningKebakaran Hanguskan 96 Kios di Pasar Jagong Jeget Aceh TengahProgram Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai BerjalanKebakaran KMP Mutiara Sentosa II, Publik Diminta Tunggu Hasil Investigasi Resmi KNKTBrimob Polda Metro Jaya Bantu Tangani Kebakaran Gudang di Kosambi TangerangPenemuan Kuburan Bayi Laki-laki di Pekarangan Rumah Warga Mojokerto

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Tantangan Industri Alat Kesehatan Lokal di Tengah Tekanan Biaya Impor dan Pelemahan Rupiah

Nasional

Tantangan Industri Alat Kesehatan Lokal di Tengah Tekanan Biaya Impor dan Pelemahan Rupiah

9 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  3. 3Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  4. 4Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  5. 5Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026