Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBeritaPopuler
Beranda/Nasional

AS Rencanakan Pengalihan Sistem Persenjataan dari Turki ke Ukraina

Rimba NainggolanDiterbitkan 10 Agu 2026 - 14.50 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
AS Rencanakan Pengalihan Sistem Persenjataan dari Turki ke Ukraina
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah menyampaikan laporan resmi kepada Kongres terkait dengan rencana pengalihan sistem persenjataan Amerika dari Turki ke Ukraina. Langkah strategis ini diajukan di tengah upaya berkelanjutan untuk memperkuat pertahanan militer Ukraina. Laporan yang diajukan kepada badan legislatif AS tersebut merinci berbagai jenis persenjataan yang direncanakan untuk dipindahkan guna mendukung kebutuhan militer darurat di wilayah konflik tersebut.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBerita

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Rencana pengalihan sistem persenjataan yang sedang dipersiapkan oleh pihak Amerika Serikat ini mencakup peluncur sistem roket peluncuran ganda (MLRS) dan rudal balistik ATACMS. Secara lebih mendetail, transaksi pertahanan yang direncanakan ini akan melibatkan pengalihan secara permanen sebanyak 12 unit peluncur Sistem Peluncur Roket Multi (MLRS) M270. Selain itu, dokumen tersebut juga merinci rencana pengalihan permanen sebanyak 70 unit rudal M39 ATACMS langsung kepada Pemerintah Ukraina. Sebagai bagian dari paket bantuan militer ini, Amerika Serikat juga menyertakan pasokan amunisi dalam jumlah besar, yang terdiri dari 2.524 roket M26 Dual-Purpose Improved Conventional Munitions (DPICM) tanpa pemandu, serta 47.000 butir peluru kaliber 203mm howitzer M509AI DPICM.

Baca Juga

14.890 Barang Tertinggal di Kereta Api hingga Juli 2026, Nilainya Capai Rp 10,84 Miliar

14.890 Barang Tertinggal di Kereta Api hingga Juli 2026, Nilainya Capai Rp 10,84 Miliar

Dalam pelaksanaannya, pengiriman persenjataan berat ini rencananya tidak akan dilakukan secara langsung melalui jalur militer resmi pemerintah, melainkan akan difasilitasi melalui keterlibatan sejumlah entitas swasta dari beberapa negara. Terdapat tiga perusahaan asal Turki yang secara aktif terlibat dalam proses transfer persenjataan ini, yaitu MKE, ASFAT, dan ARCA Savunma. Untuk proses transfer rudal M39 ATACMS, koordinasi pengiriman akan dijalankan secara khusus melalui kerja sama antara entitas swasta Turki MKE AS, bersama dengan dua perusahaan pertahanan asal Amerika Serikat, yaitu Pansophico dan Patriot Defense Group. Rantai pasokan dan logistik swasta ini juga akan melibatkan peran dari sebuah perusahaan swasta asal Bulgaria, yaitu VTIC International Ltd.

Rencana pemindahan persenjataan ini memicu respons yang sangat keras dari pihak Kremlin di Moskow. Pemerintah Rusia mengeluarkan peringatan tegas bahwa tindakan menyuplai senjata ke Ukraina hanya akan menghambat proses penyelesaian konflik yang sedang berlangsung. Moskow menilai bahwa langkah pengiriman senjata dari negara-negara Barat ini secara langsung melibatkan negara-negara anggota NATO ke dalam konfrontasi bersenjata yang lebih luas. Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, menegaskan secara terbuka bahwa setiap bentuk pengiriman senjata untuk Ukraina akan dikategorikan sebagai sasaran sah bagi militer Rusia di medan tempur. Kremlin juga menambahkan bahwa dukungan persenjataan dari Barat sama sekali tidak mendukung berjalannya proses negosiasi perdamaian dan justru akan membawa dampak negatif yang lebih luas bagi keamanan internasional.

Baca Juga

Transmart Full Day Sale Hadirkan Promo Sarung Bantal Sofa Mulai Rp 20 Ribu

Transmart Full Day Sale Hadirkan Promo Sarung Bantal Sofa Mulai Rp 20 Ribu

Di tengah sorotan internasional mengenai pengalihan persenjataan ini, Turki juga terus melanjutkan agenda diplomasi dan pertahanannya di kawasan lain bersama sekutu regionalnya. Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, memberikan penjelasan mengenai Perjanjian Pertahanan Mekkah yang melibatkan Turki, Arab Saudi, dan Pakistan. Dar menyatakan bahwa pakta pertahanan tersebut dibentuk murni demi menjaga stabilitas keamanan di kawasan. Sejalan dengan hal itu, Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, menyerukan pentingnya persatuan militer di antara negara-negara Muslim, seraya menyebut Israel sebagai ancaman nyata bagi dunia Muslim. Terkait dengan kerja sama strategis ini, pihak Turki juga menyampaikan harapannya agar Mesir dapat bergabung dalam pakta pertahanan bersama yang telah dirintis oleh Turki, Arab Saudi, dan Pakistan tersebut.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Amerika SerikatUkrainaTurki

Berita Terbaru Lainnya

14.890 Barang Tertinggal di Kereta Api hingga Juli 2026, Nilainya Capai Rp 10,84 MiliarTransmart Full Day Sale Hadirkan Promo Sarung Bantal Sofa Mulai Rp 20 RibuTokopedia dan Shopee Kembalikan Pungutan Pajak Pedagang Maksimal 30 September 2026Suhu Bumi Diprediksi Makin Panas, El Nino 2027 Berpotensi Pecahkan Rekor BaruBahaya Penggunaan Cotton Bud dan Langkah Medis Menjaga Kebersihan TelingaPenguatan SDM Pemuda Jadi Pilar Utama Pembangunan Peradaban BangsaMasjid Istiqlal Resmi Masuk Ekosistem Bursa Efek Indonesia Lewat Pengelolaan Wakaf TunaiPramono Anung Soroti Masalah Ketimpangan dan Rasio Gini di Jakarta

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Tantangan Industri Alat Kesehatan Lokal di Tengah Tekanan Biaya Impor dan Pelemahan Rupiah

Nasional

Tantangan Industri Alat Kesehatan Lokal di Tengah Tekanan Biaya Impor dan Pelemahan Rupiah

9 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  3. 3Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  4. 4Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  5. 5Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026