Langkah inovatif dan bersejarah kini resmi tercatat dalam sejarah tata kelola lembaga keagamaan di tanah air seiring dengan masuknya Masjid Istiqlal ke dalam ekosistem Bursa Efek Indonesia (BEI). Kepastian mengenai pencapaian strategis ini disampaikan langsung oleh KH Nasaruddin Umar, yang menjabat sebagai Menteri Agama (Menag) sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal. Peristiwa ini menjadi momentum yang sangat penting dalam perkembangan ekosistem keuangan berbasis syariah di tanah air, lantaran Masjid Istiqlal secara resmi mencatatkan sejarah sebagai masjid pertama di Indonesia yang berhasil masuk dan terlibat langsung dalam ekosistem bursa efek tersebut.
Masuknya rumah ibadah ikonik ini ke dalam jejaring pasar modal nasional tidak lepas dari terobosan baru dalam tata kelola keuangan syariah, khususnya melalui pengelolaan dana wakaf tunai secara produktif. Melalui skema pengelolaan wakaf tunai secara produktif ini, potensi dana dari umat dapat dioptimalkan sedemikian rupa sehingga mampu memberikan nilai tambah serta menghasilkan dampak ekonomi yang terus berputar secara berkelanjutan. Pendekatan produktif ini menegaskan bahwa instrumen wakaf tunai dapat diintegrasikan secara baik ke dalam ekosistem pasar modal modern tanpa mengurangi esensi utamanya.








