Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBeritaPopuler
Beranda/Nasional

Bahaya Penggunaan Cotton Bud dan Langkah Medis Menjaga Kebersihan Telinga

Togar SiregarDiterbitkan 10 Agu 2026 - 14.30 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Bahaya Penggunaan Cotton Bud dan Langkah Medis Menjaga Kebersihan Telinga
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Apakah kebiasaan mengorek telinga menggunakan cotton bud masih menjadi bagian dari rutinitas harian yang Anda anggap aman? Sebagian besar masyarakat mungkin meyakini bahwa menyeka bagian dalam saluran telinga dengan kapas pembersih tersebut merupakan langkah praktis untuk menjaga kebersihan. Padahal, tindakan mandiri ini justru berisiko memicu masalah kesehatan telinga yang cukup serius. Para ahli medis mengingatkan bahwa telinga manusia sebenarnya memiliki mekanisme alami untuk membersihkan dirinya sendiri, sehingga pemakaian alat bantu apa pun di bagian dalam liang telinga tidak pernah diperlukan.

Upaya mendorong cotton bud ke dalam saluran telinga menyimpan potensi bahaya medis. Berdasarkan penjelasan dari Mayo Clinic, memasukkan cotton bud ke liang telinga berisiko mendorong kotoran telinga atau serumen semakin dalam hingga mendekati area gendang telinga. Tindakan ini tidak sekadar berpotensi menyumbat pendengaran, melainkan juga dapat melukai kulit tipis di bagian dalam liang telinga serta merusak gendang telinga secara permanen. Di samping itu, efek gesekan dari gulungan kapas tersebut justru dapat merangsang telinga untuk memproduksi serumen dalam jumlah yang lebih banyak.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBerita

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Temuan medis dari Cleveland Clinic turut memperkuat bahaya penggunaan alat ini. Gesekan dari cotton bud dapat menggores lapisan kulit liang telinga, yang secara langsung meningkatkan risiko terjadinya infeksi bakteri maupun infeksi jamur. Risiko cedera menjadi jauh lebih tinggi apabila seseorang menggunakan benda-benda tajam atau keras lainnya, seperti jepit rambut, penjepit kertas, hingga batang korek api. Memasukkan benda-benda tersebut ke dalam telinga sangat berbahaya karena dapat menimbulkan luka berat dan infeksi.

Baca Juga

14.890 Barang Tertinggal di Kereta Api hingga Juli 2026, Nilainya Capai Rp 10,84 Miliar

14.890 Barang Tertinggal di Kereta Api hingga Juli 2026, Nilainya Capai Rp 10,84 Miliar

Mengenai pemicu masalah pendengaran, Dokter Spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) dari RSUP Nasional Dr. Ciptomangunkusumo (RSCM), dr. Rangga Rayendra Saleh, mengungkapkan bahwa serumen prop atau kotoran telinga yang mengeras serta benda asing seperti serangga menjadi penyebab utama terjadinya gangguan pendengaran. Secara alami, serumen sebenarnya akan bergerak perlahan menuju lubang telinga luar. Gerakan rahang saat seseorang mengunyah makanan atau berbicara menjadi dorongan alami yang membantu kotoran tersebut keluar dengan sendirinya tanpa perlu dikorek.

Lalu, bagaimana langkah yang benar dalam merawat kebersihan organ telinga? Kebersihan telinga pada dasarnya cukup dijaga dengan membersihkan area daun telinga atau telinga luar menggunakan kain lembut atau lap yang dibasahi air. Apabila seseorang berencana menggunakan obat tetes telinga, pengguna harus memastikan terlebih dahulu bahwa tidak terdapat infeksi atau gendang telinga yang berlubang. Selain itu, praktik alternatif seperti ear candling sangat tidak dianjurkan karena belum terbukti efektif secara medis, bahkan berisiko memicu luka bakar, penyumbatan saluran akibat lilin, serta kerusakan pada gendang telinga.

Baca Juga

Transmart Full Day Sale Hadirkan Promo Sarung Bantal Sofa Mulai Rp 20 Ribu

Transmart Full Day Sale Hadirkan Promo Sarung Bantal Sofa Mulai Rp 20 Ribu

Ancaman terhadap kesehatan telinga juga datang dari kebiasaan tidur sambil menggunakan earbuds. Meskipun bagi sebagian orang kebiasaan ini dapat memberikan efek rileks saat beristirahat, tidur dengan earbuds menyimpan risiko memicu gangguan pendengaran dan infeksi telinga. Apabila terjadi penumpukan serumen yang memicu keluhan seperti sensasi telinga tersumbat, fungsi pendengaran berkurang, rasa nyeri, gatal, hingga telinga berdenging atau yang dikenal dengan istilah medis tinnitus, Mayo Clinic menyarankan masyarakat untuk tidak mengorek telinga sendiri. Penanganan medis yang dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional merupakan opsi paling aman untuk mengatasi keluhan tersebut.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Berita Terbaru Lainnya

14.890 Barang Tertinggal di Kereta Api hingga Juli 2026, Nilainya Capai Rp 10,84 MiliarTransmart Full Day Sale Hadirkan Promo Sarung Bantal Sofa Mulai Rp 20 RibuTokopedia dan Shopee Kembalikan Pungutan Pajak Pedagang Maksimal 30 September 2026AS Rencanakan Pengalihan Sistem Persenjataan dari Turki ke UkrainaSuhu Bumi Diprediksi Makin Panas, El Nino 2027 Berpotensi Pecahkan Rekor BaruPenguatan SDM Pemuda Jadi Pilar Utama Pembangunan Peradaban BangsaMasjid Istiqlal Resmi Masuk Ekosistem Bursa Efek Indonesia Lewat Pengelolaan Wakaf TunaiPramono Anung Soroti Masalah Ketimpangan dan Rasio Gini di Jakarta

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Tantangan Industri Alat Kesehatan Lokal di Tengah Tekanan Biaya Impor dan Pelemahan Rupiah

Nasional

Tantangan Industri Alat Kesehatan Lokal di Tengah Tekanan Biaya Impor dan Pelemahan Rupiah

9 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  3. 3Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  4. 4Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  5. 5Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026