Sebanyak 19 ton bantuan kemanusiaan resmi diberangkatkan menuju Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi. Bantuan logistik tersebut diberangkatkan dari Gudang Logistik di Depok, Jawa Barat, pada Kamis (11/9), menempuh perjalanan melalui kombinasi jalur darat dan laut.
Pengiriman logistik darurat ini merupakan hasil kolaborasi antara Citra Borneo Indah (CBI) Group, Abdul Rasyid Foundation, dan Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Yakesma. Muatan bantuan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan mendesak para pengungsi di tenda darurat, mencakup obat-obatan, susu bayi, beras, minyak goreng, gula, serta terpal dan selimut.
Dentuman Keras & Kilatan Cahaya di Gorontalo, BMKG, Bukan Gempa

Owner CBI Group Nicky Pitaloka menyatakan bahwa penyaluran bantuan ini menjadi bentuk kepedulian perusahaan terhadap warga yang tengah menghadapi dampak bencana. Sementara itu, CEO Laznas Yakesma Romdlon Hidayat mengapresiasi kemitraan tersebut dalam penanganan darurat kemanusiaan. Setibanya di lokasi bencana di NTT, logistik akan diterima dan dikelola langsung oleh tim Disaster Risk Management (DRM) bersama para relawan Laznas Yakesma untuk didistribusikan ke titik-titik pengungsian.
Selain distribusi logistik utama, penanganan bencana di lapangan turut didukung oleh pengoperasian dapur umum di wilayah Reo dan Pota yang menargetkan penyaluran 2.100 porsi makanan. Dalam pelaksanaannya, Baznas (Bazis) DKI Jakarta menggandeng Chef Nusantara dan King Abdi untuk menyiapkan konsumsi warga terdampak. Penyaluran bantuan sosial untuk korban gempa NTT juga dilakukan oleh mahasiswa S2 Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri Angkatan 16.
Ayah di Subang Ditangkap Polisi, Diduga Perkosa Anak Kandung Selama 4 Tahun

Secara keseluruhan, rangkaian bantuan yang disalurkan ke wilayah terdampak meliputi 20 ton beras, 2.000 selimut, 1.000 liter minyak goreng, 1.000 kilogram gula pasir, 1.000 tray telur, hingga 1.000 dus mi instan. Di samping kebutuhan pokok, dukungan pemulihan permukiman disiapkan dengan alokasi sebesar Rp15 juta untuk rumah kategori rusak ringan dan Rp30 juta untuk rumah berkategori rusak sedang.






