Indonesia saat ini dihadapkan pada sejumlah potensi bencana alam, mulai dari gempa bumi dan erupsi gunung berapi hingga dampak perubahan iklim yang memicu kekeringan, banjir, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Potensi bencana tersebut memberikan tantangan nyata bagi keberlangsungan berbagai sektor usaha di dalam negeri.
ESG Analyst CNBC Indonesia Research, Salma Laiqa, menjelaskan bahwa risiko bencana alam dan perubahan iklim berefek terhadap berbagai sektor usaha. Sektor-sektor yang terdampak antara lain mencakup perbankan, infrastruktur, energi, hingga agrikultur. Pada sektor agrikultur, kejadian bencana seperti banjir dan erupsi gunung berapi dapat secara langsung menghambat laju produksi pertanian dan perkebunan.
Besok Serbu Transmart Full Day Sale! Pesta Diskon Meriah 50% + 20%

Dampak Terhadap Rantai Pasok
Selain sektor agrikultur, gangguan dari risiko bencana dan perubahan iklim juga membayangi sektor-sektor yang mengandalkan rantai pasok panjang. Industri manufaktur dan sektor FMCG menjadi lini usaha yang rentan mengalami hambatan operasional saat bencana terjadi di wilayah rantai pasok mereka.
Franky Widjaja Mundur dari Anak Usaha Sinar Mas Group

Ulasan mengenai langkah dan strategi pelaku usaha dalam menghadapi ancaman bencana gempa, erupsi, hingga karhutla ini dibahas oleh Andi Shalini bersama ESG Analyst CNBC Indonesia Research Salma Laiqa dalam program Squawk Box di CNBC Indonesia pada Rabu (9/9/2026).






