Sistem pengelolaan limbah padat di tingkat daerah kerap menghadapi kendala kapasitas dan partisipasi warga. Namun, skema yang diterapkan di Kabupaten Banyuwangi dinilai berhasil menjawab tantangan tersebut sehingga diproyeksikan menjadi rujukan di tingkat nasional.
Berikut rangkuman pertanyaan dan jawaban penting mengenai perkembangan sistem persampahan di Banyuwangi.
Mengapa Pengelolaan Sampah di Banyuwangi Dijadikan Model Nasional?
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menilai tata kelola sampah di Kabupaten Banyuwangi termasuk salah satu yang terbaik di Indonesia dan layak diadopsi secara nasional. Penilaian ini disampaikan saat meninjau langsung Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Balak di Kecamatan Songgon, Banyuwangi.
Teknologi GPS Collar, Cara Kemenhut Pantau Gajah di Tengah Kebakaran Way Kambas

Keberhasilan ini didorong oleh integrasi sistem pengolahan sampah berbasis masyarakat melalui Program Banyuwangi Hijau, yang mampu melibatkan komunitas lokal secara terstruktur dari tingkat rumah tangga hingga fasilitas pengolahan akhir.
Bagaimana Awal Mula Pembentukan Program Banyuwangi Hijau?
Program Banyuwangi Hijau berakar dari inisiatif Proyek STOP yang telah dirintis di Kecamatan Muncar sejak 2018. Praktik pemilahan dan pengolahan limbah berbasis komunitas di wilayah pesisir tersebut kemudian diperluas cakupannya menjadi program terpadu berskala kabupaten untuk mengatasi persoalan timbulan sampah di berbagai kecamatan.
Pekanbaru Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Tidak Sehat

Negara Mana Saja yang Mendukung Pengembangan TPS 3R di Banyuwangi?
Pengembangan fasilitas dan kapasitas pengelolaan sampah di Banyuwangi menerima dukungan kemitraan internasional dari beberapa negara dalam beberapa fase:
- Fase Pertama dan Kedua: Pemerintah Austria dan Norwegia memberikan bantuan infrastruktur persampahan, termasuk pendirian fasilitas TPST Balak yang memiliki kapasitas pemrosesan hingga 80 ton sampah per hari.
- Fase Ketiga (mulai 2024): Dukungan dari Uni Emirat Arab (UEA) difokuskan untuk memperkuat ekosistem tata kelola sampah dari hulu hingga hilir.
Seberapa Luas Jangkauan Layanan dan Volume Sampah yang Dikelola?
Hingga Mei 2026, Program Banyuwangi Hijau mencatat perluasan operasional yang mencakup:
- Cakupan Wilayah: Menjangkau 73 desa di berbagai kecamatan.
- Penerima Layanan: Melayani 23.410 rumah tangga atau setara dengan sekitar 500.000 jiwa penduduk.
- Total Sampah Terolah: TPS 3R Balak telah menerima dan mengolah lebih dari 14.145 ton sampah sejak fasilitas tersebut beroperasi.






