Pemerintah menargetkan mulai memproduksi bahan bakar minyak (BBM) dengan campuran etanol 20 persen atau E20 dalam kurun waktu dua tahun mendatang. Untuk mengejar target penyediaan energi tersebut, pemerintah memperkirakan kebutuhan lahan perkebunan mencapai sekitar 2 juta hektare yang akan disiapkan di sejumlah wilayah Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa target implementasi E20 menjadi salah satu pokok pembahasan dalam rapat terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam pertemuan tersebut, diputuskan bahwa Indonesia paling kurang sudah mampu memproduksi BBM bauran E20 dalam dua tahun ke depan.
Kebutuhan Bahan Baku dan Pemetaan Lahan
Untuk memenuhi kebutuhan bioetanol nasional, tebu dinilai sebagai komoditas bahan baku yang paling memungkinkan untuk dikembangkan secara masif. Pemerintah pun menetapkan sasaran agar seluruh kebutuhan pasokan etanol untuk E20 dapat dipenuhi secara mandiri dari produksi dalam negeri tanpa bergantung pada impor.
Blok M, Kota Tua, dan Misi MRT Hidupkan Sudut-sudut Jakarta

Meski demikian, Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa ketersediaan lahan masih menjadi salah satu hambatan utama dalam merealisasikan target E20. Menyikapi tantangan tersebut, Kementerian Pertanian diminta untuk menyusun rencana pengembangan lahan bahan baku etanol. Selain itu, Menteri Pertanian bersama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) secara khusus ditugaskan untuk memetakan potensi lahan seluas 2 juta hektare yang rencananya tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, hingga Papua.
Peran Industri Pengolahan dan Rencana Jangka Panjang
Selain kesiapan lahan perkebunan di sektor hulu, pemerintah juga menyiapkan langkah pembangunan di sektor hilir. Danantara akan diberi peran strategis dalam pembangunan dan pengembangan industri pengolahan etanol guna mendukung kelancaran rantai pasok energi tersebut.
Pemerintah Targetkan E20 Terealisasi 2 Tahun Mendatang, Siapkan 2 Juta Hektare Tebu

Program bauran E20 ini sekaligus dirancang sebagai pijakan awal bagi diversifikasi energi nasional. Dalam jangka panjang, pemerintah berencana meningkatkan bauran bahan bakar nabati ini secara bertahap menuju E50, sejalan dengan arah kebijakan pengembangan bauran biodiesel seperti B50.






