Keributan yang berawal dari perselisihan di sebuah warung sarapan berujung pada bentrokan mematikan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Peristiwa yang terjadi pada Minggu (26/7) pagi tersebut mengakibatkan satu pemuda tewas dan sejumlah fasilitas serta kendaraan hangus terbakar. Bentrokan ini melibatkan warga setempat dengan sekelompok orang, yang saling serang mulai dari titik awal di Jalan Matraman Dalam hingga meluas ke Jalan Tambak.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Hutagalung menjelaskan bahwa pihak kepolisian menerima laporan keributan sekitar pukul 10.00 WIB. Ketegangan bermula ketika dua orang pengendara sepeda motor melintas di dekat gerobak penjual nasi uduk di Jalan Matraman Dalam sambil menggeber knalpot kendaraannya. Suara bising tersebut memancing amarah warga sekitar yang langsung memberikan teguran. Tidak terima ditegur, kedua pemotor itu meninggalkan lokasi namun kembali lagi dengan membawa lima orang rekannya.
Kelompok tersebut kemudian melakukan perusakan terhadap gerobak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) milik pedagang nasi uduk setempat. Selain merusak barang dagangan, mereka juga dilaporkan memukul warga. Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra menambahkan bahwa insiden perusakan dan penganiayaan ini memicu kemarahan warga sekitar yang merasa terusik. Warga yang bersolidaritas kemudian melakukan serangan balasan terhadap kelompok tersebut, sehingga bentrokan fisik yang lebih besar pecah dan merembet hingga ke Jalan Tambak.
Bentrokan Warga di Menteng Akibat Masalah Nasi Uduk Renggut Satu Nyawa

Keterangan serupa juga disampaikan oleh Yafa, seorang warga yang menjadi saksi mata di lokasi kejadian. Menurut kesaksiannya, pemicu awal juga diwarnai oleh tindakan salah seorang dari kelompok tersebut yang membeli makan namun kabur tanpa membayar. Saat diteriaki oleh warga, orang tersebut justru kembali dan langsung membalikkan gerobak dagangan. Yafa menyebutkan bahwa pedagang nasi uduk itu merupakan warga lama, sementara kelompok yang memicu keributan baru kali ini terlihat membuat keonaran di lingkungan tersebut. Warga yang melihat kejadian itu sempat membantu membereskan dagangan yang tumpah, sebelum akhirnya emosi massa tidak terbendung dan menggiring kelompok itu ke arah Jalan Tambak.
Dalam bentrokan massal tersebut, massa terlihat saling lempar batu di tengah jalan serta membawa potongan kayu dan bambu. Pagar-pagar di sekitar lokasi kejadian mengalami kerusakan. Hasil pengecekan polisi di tempat kejadian perkara (TKP) menemukan jejak kekerasan yang masif. AKBP Roby mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan puing-puing bangunan dan sejumlah unit sepeda motor yang hangus terbakar di sebuah lahan kosong. Petugas juga mendapati batu-batu yang berlumuran darah, meskipun hingga saat ini belum ditemukan adanya senjata tajam yang digunakan oleh kedua belah pihak.
Advokat Bantah Isu Nasi Uduk Sebagai Pemicu Bentrokan di Menteng

Akibat kerusuhan ini, dua orang dari kelompok luar harus dievakuasi oleh kepolisian ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dalam kondisi kritis. Kombes Reynold Hutagalung mengonfirmasi bahwa salah satu korban berinisial K, yang berusia 23 tahun, akhirnya meninggal dunia, sementara satu korban lainnya berinisial DS masih mendapatkan penanganan medis. Untuk meredam situasi, pihak kepolisian mengerahkan pasukan Brimob ke lokasi. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn memastikan bahwa situasi di lokasi kejadian sudah kembali kondusif di bawah pengamanan ketat petugas.
Sebagai tindak lanjut penegakan hukum, aparat kepolisian telah bergerak cepat mengamankan pihak-pihak yang terlibat. Kombes Reynold menyatakan bahwa tiga orang terduga pelaku penganiayaan berinisial S, T, dan U kini telah diamankan di Polsek Menteng. Secara keseluruhan, polisi sedang melakukan pemeriksaan intensif terhadap kurang lebih 15 orang, baik yang diduga kuat terlibat langsung maupun yang berstatus sebagai saksi, guna mengusut tuntas tragedi berdarah ini.






